Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan negaranya tidak akan meminta maaf kepada Rusia atas insiden penembakan pesawat Su-24 pada Selasa lalu. Dia begitu yakin pesawat tersebut telah melanggar kedaulatan Turki.
" Saya pikir jika ada pihak yang harus meminta maaf, itu bukan kami. Mereka yang melanggar wilayah udara kami yang perlu meminta maaf," kata Erdogan.
" Pilot dan militer kami, mereka tengah menjalankan tugas, yang salah satunya adalah melakukan penindakan terhadap pelanggaran aturan ketertiban. Saya pikir ini merupakan intinya," lanjut Erdogan.
Saat menemui sejumlah tokoh masyarakat di Ankara, Erdogan mengatakan, " Jika pelanggaran yang sama terjadi hari ini, Turki akan bereaksi seperti itu."
Turki berulang kali menyatakan telah menembak jatuh pesawat jet Rusia lantaran pesawat itu tidak mengindahkan peringatan dan masuk ke wilayah udaranya.
Sementara pihak Rusia melalui keterangan co-pilot Su-24 Kapten Konstantin Murakhtin mengatakan tidak ada peringatan apapun yang diberikan oleh Turki. " Tidak melalui radio, juga tidak melalui penghadangan," kata Murakhtin.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan penembakan jet Rusia tidak terjadi secara spontan. " Tapi lebih seperti provokasi yang sudah direncanakan," kata dia.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku terkejut dan tidak menyangka serangan ini bisa terjadi. " Bahkan ini tidak ada dalam pikiran kami bahwa kami diserang oleh negara yang kami anggap sekutu kami. Kami mengira Turki merupakan negara yang ramah," ungkap Putin.
Putin juga menekankan Rusia telah memberitahu Amerika Serikat, sekutu Turki, terkait jalur penerbangan ini. Dia mengatakan tidak mungkin Turki tidak mengetahui itu pesawat Rusia.
" Turki merupakan anggota koalisi (dipimpin AS) dan harus tahu Rusia tengah bekerja di sana," ungkap dia.
Militer Turki telah merilis rekaman suara yang berisi peringatan kepada pesawat Rusia. Tetapi, Rusia berkukuh dan menyebut rekaman suara tersebut merupakan kebiasaan palsu.
Putin menyatakan pesawat itu diserang saat berada di jarak 1 kilometer di dalam kawasan udara Suriah. Sementara Erdogan menyatakan pesawat itu jatuh di wilayah Turki setelah sebelumnya 17 detik berada di kawasan udara Turki dan menelan korban dua orang.
" Kami tahu ada dua pesawat. Satu pesawat kembali ke Suriah sementara satu pesawat lagi masih berada di Turki dan kemudian ditembak jatuh oleh Angkatan Udara Turki," kata Erdogan.
(Ism, Sumber: cnn.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya