Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Sumber Foto: Asaad Hanna Via Mirror.co.uk)
Dream - Dunia kembali terhenyak dengan korban perang di Suriah. Foto Abdul Hamid Youssef menggendong dua jenazah anaknya yang tewas akibat serangan bom gas beracun Sarin membuat dunia iba.
Youssef kehilangan putranya, Ahmed serta sang putri, Aiya. Serangan gas beracun Sarin itu juga menyebabkan 18 anggota keluarga, termasuk istrinya, meninggal dunia.
Seorang dokter Inggris yang menjadi relawan di Suriah mengatakan efek mengerikan dari bom gas beracun Sarin. Dia melihat korban memuntahkan cairan kuning sebelum akhirnya lumpuh, atau bahkan meninggal dunia.
Sarin adalah senjata kimia yang diklasifikasikan sebagai agen saraf. Racun ini bekerja menyerang fungsi sistem saraf.
Senjata ini sangat berbahaya karena tidak berwarna dan tidak berbau. Sarin sebenarnya berbentuk cairan yang mudah menguap pada suhu ruangan.
Dilansir dari Mirror.co.uk, berikut adalah fakta dan tahap efek Sarin jika terhirup oleh manusia.
© Dream
1. Setelah menghirup dalam dosis yang mematikan, Sarin hanya butuh 60 detik untuk membunuh seorang manusia.
2. Gejala awalnya adalah hidung meler, sesak napas, mual dan pupil mata menyempit.
3. Gas yang dihasilkan Sarin tidak berbau dan tidak berwarna, sehingga korban akan menghirupnya dalam dosis yang mematikan tanpa menyadarinya.
© Dream
4. Dalam waktu dua menit, korban mulai kehilangan kontrol terhadap otot tubuhnya, yang disusul dengan muntah-muntah dan kemudian buang-buang air besar.
5. Dua hingga tiga menit setelah itu, korban mulai mengalami kejang-kejang.
6. Dalam waktu 10 menit, kontrol terhadap otot benar-benar hilang hingga menyebabkan korban sulit bernapas.
7. Korban kemudian koma sebelum akhirnya mati lemas akibat otot-otot dalam organ tubuhnya tidak berfungsi.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya