Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Putra Presiden Turki, Necmettin Bilal Erdogan Bersama Para Petinggi ISIS (rt.com)
Dream - Hubungan antara Turki dengan Rusia belakangan memanas. Tertembaknya pesawat jet tempur Rusia Su-24 oleh F-16 di kawasan perbatasan Turki-Suriah memicu ketegangan dua negar tersebut.
Kini media sosial di Turki heboh dengan beredarnya sebuah foto para petinggi ISIS. Kehebohan muncul karena terlihat salah satu sosok orang penting Turki yang diapit para petinggi kelompok ekstrimis tersebut. Orang penting itu diketahui adalah Necmettin Bilal Erdogan, putra dari Presiden Turki Recep Tayib Erdogan.
Kabar yang beredar, foto tersebut diambil dalam sebuah perjamuan makan malam. Akibatnya, Bilal dituding memiliki hubungan terhadap pembantaian suku Kurdi di Homs dan Rojava di Suriah yang dilakukan oleh ISIS.
Bilal pun diduga menjadi salah satu sumber pendanaan bagi kelompok itu. Hal ini kemudian menguatkan dugaan Rusia yang menyebut Turki merupakan salah satu negara yang sengaja mendanai gerakan ini.
" Negara Islam (Islamic State/IS) punya dana besar, ratusan juta bahkan miliaran dolar dari penjualan minyak. Selain itu, mereka dilindungi oleh militer dari seluruh bangsa. Satu hal dapat dipahami mengapa mereka bisa bertindak begitu berani dan terang-terangan. Mengapa mereka membunuh orang dengan cara kejam. Mengapa mereka mendukung tindakan teroris di seluruh dunia, termasuk di jantung Eropa," kata Presiden Rusia Vladimir Putin sesaat setelah penembakan pesawat jet Rusia.
Pada Oktober lalu, Wakil Menteri Keuangan AS bidang Pendanaan Inteligen dan Terorisme David Cohen mengatakan ISIS memiliki pendapatan mencapai 1 juta dolar per hari, setara Rp13,7 miliar dari penjualan minyak.
" Berdasarkan informasi yang kami peroleh, ISIS telah menjual minyak dengan potongan harga yang begitu signifikan ke sejumlah tengkulak, termasuk beberapa dari Turki, yang kemudian minyak itu diangkut dan dijual kembali. Hal serupa juga dilakukan ISIS dengan menjual minyak di kawasan yang telah dikuasai kepada kelompok Kurdi di Irak, kemudian dijual lagi ke Turki," kata Cohen.
Sementara Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menyebut tengkulak dalam lingkaran setan bisnis minyak itu bukan hanya para pengusaha, melainkan juga para pejabat di Ankara. " Turki melindungi ISIS karena dampak finansial yang langsung dirasakan oleh sejumlah pejabat Turki terkait pasokan produk minyak olahan yang dikendalikan oleh ISIS," kata Medvedev.
(Sumber rt.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya