Beredar, Foto Anak Presiden Erdogan Bersama Petinggi ISIS

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 30 November 2015 13:01
Beredar, Foto Anak Presiden Erdogan Bersama Petinggi ISIS
Bilal Erdogan dikabarkan bertemu dengan beberapa petinggi ISIS dalam sebuah makan malam di suatu restoran.

Dream - Hubungan antara Turki dengan Rusia belakangan memanas. Tertembaknya pesawat jet tempur Rusia Su-24 oleh F-16 di kawasan perbatasan Turki-Suriah memicu ketegangan dua negar tersebut.

Kini media sosial di Turki heboh dengan beredarnya sebuah foto para petinggi ISIS. Kehebohan muncul karena terlihat salah satu sosok orang penting Turki yang diapit para petinggi kelompok ekstrimis tersebut. Orang penting itu diketahui adalah Necmettin Bilal Erdogan, putra dari Presiden Turki Recep Tayib Erdogan.

Kabar yang beredar, foto tersebut diambil dalam sebuah perjamuan makan malam. Akibatnya, Bilal dituding memiliki hubungan terhadap pembantaian suku Kurdi di Homs dan Rojava di Suriah yang dilakukan oleh ISIS.

Bilal pun diduga menjadi salah satu sumber pendanaan bagi kelompok itu. Hal ini kemudian menguatkan dugaan Rusia yang menyebut Turki merupakan salah satu negara yang sengaja mendanai gerakan ini.

" Negara Islam (Islamic State/IS) punya dana besar, ratusan juta bahkan miliaran dolar dari penjualan minyak. Selain itu, mereka dilindungi oleh militer dari seluruh bangsa. Satu hal dapat dipahami mengapa mereka bisa bertindak begitu berani dan terang-terangan. Mengapa mereka membunuh orang dengan cara kejam. Mengapa mereka mendukung tindakan teroris di seluruh dunia, termasuk di jantung Eropa," kata Presiden Rusia Vladimir Putin sesaat setelah penembakan pesawat jet Rusia.

Pada Oktober lalu, Wakil Menteri Keuangan AS bidang Pendanaan Inteligen dan Terorisme David Cohen mengatakan ISIS memiliki pendapatan mencapai 1 juta dolar per hari, setara Rp13,7 miliar dari penjualan minyak.

" Berdasarkan informasi yang kami peroleh, ISIS telah menjual minyak dengan potongan harga yang begitu signifikan ke sejumlah tengkulak, termasuk beberapa dari Turki, yang kemudian minyak itu diangkut dan dijual kembali. Hal serupa juga dilakukan ISIS dengan menjual minyak di kawasan yang telah dikuasai kepada kelompok Kurdi di Irak, kemudian dijual lagi ke Turki," kata Cohen.

Sementara Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menyebut tengkulak dalam lingkaran setan bisnis minyak itu bukan hanya para pengusaha, melainkan juga para pejabat di Ankara. " Turki melindungi ISIS karena dampak finansial yang langsung dirasakan oleh sejumlah pejabat Turki terkait pasokan produk minyak olahan yang dikendalikan oleh ISIS," kata Medvedev.

(Sumber rt.com)

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian