Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Rusia Vladimir Putin Dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: Daily Star)
Dream - Perang besar antara Turki dan Rusia ternyata sudah diprediksi akan terjadi oleh peramal Yahudi terkenal 200 tahun yang lalu.
Dua tokoh yang paling dihormati dalam sejarah Yahudi meramalkan, perang dunia antara Turki dan Rusia akan menyebabkan Armageddon atau Kiamat.
Sebelum kematiannya pada 1797, seorang peramal Yahudi bernama Elia ben Shlomo Zalman memperingatkan orang-orang Yahudi, untuk mulai mempersiapkan diri sebelum kiamat ketika Rusia mencaplok Crimea.
Itu telah digenapi ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengambil paksa wilayah dari Ukraina itu tahun lalu.
Peramal, yang dikenal sebagai Vilna Gaon atau Jenius Suci dari Vilnius itu meramalkan, Rusia akan pergi berperang dengan Turki. Sebuah kemungkinan menakutkan yang sepertinya akan terjadi.
Pemuka Yahudi lainnya dari era yang sama - Yisroel Israel ben Eliezer - memprediksi, Rusia akan bekerja sama dengan umat Islam sebelum pertempuran terakhir.
Saat ini Moskow telah bersekutu dengan pemimpin Syiah asal Suriah, Bashar al-Assad, rezim di Iran dan kelompok Hizbullah dalam perang sipil Suriah.
Konflik ini juga semakin melibatkan banyak musuh - termasuk Rusia, Amerika Serikat, Iran, Arab Saudi, Perancis - dan sekarang mungkin Inggris.
Rusia telah mengancam akan menggunakan senjata nuklir melawan Turki setelah salah satu pesawat tempurnya ditembak jatuh oleh Turki.
Penembakan tersebut bisa saja menjadi tombol pemicu perang besar yang diramalkan oleh Vilna Gaon. Dan itu belum termasuk perang melawan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.
Rahasia Vilna Gaon sangat dijaga ketat sampai cicitnya - Rabbi Moshe Sternbuch - mengungkapkan secara terbuka untuk pertama kalinya tahun lalu.
" Ketika Anda mendengar bahwa Rusia telah menguasai kota Crimea, Anda harus tahu bahwa zaman Mesias sudah mulai," kata Vilna Gaon, yang dibesarkan di ibukota Lithuania, Vilnius, sebelum mengembara ke Eropa untuk menyebarkan pesannya.
" Dan ketika Anda mendengar bahwa Rusia telah mencapai kota Konstantinopel (Istanbul), Anda harus memakai pakaian Sabat dan jangan melepaskannya. Karena itu berarti Mesias akan datang sebentar lagi."
(Ism, Sumber: Daily Star)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya