Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Din Syamsuddin Saat Berada Di COP-21 Di Paris, Perancis
Dream - Ketua Dewan Pengarah Indonesia Bergerak Menyelamatkan Bumi (Siaga Bumi) Din Syamsuddin menjadi pembicara di Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (Conference of Parties/COP-21) di Paris, Perancis, Senin, 30 November 2015.
Dalam presentasinya dalam sesi 'Interfaith Dialogue: Faith Action for Climate Solution', Din menegaskan, kerusakan lingkungan hidup, perubahan iklim dan pemanasan global adalah masalah moral.
Solusi terhadap perubahan iklim yg menjadi salah satu fokus COP-21 di Paris untuk itu harus menyertakan pendekatan moral dan etika agama.
" Tanpa landasan dan pendekatan moral, solusi menjadi tidak berarti dan tak akan sejati," ujar Din melalui keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu, 2 Desember 2015.
Menurut Din, kerusakan lingkungan terjadi akibat manusia tidak menjaga lingkungannya. Adanya pendekatan kerjasama antarpemeluk agama diharapkan bisa membuat perubahan dalam pola menjaga lingkungan.
" Penanggulangan masalah perubahan iklim dengan segala dampaknya harus menjadi tanggung jawab bersama semua umat beragama," tegas dia.
Demi mengimplementasikan usaha penyelamatan itu, dia akan mulai menginisiasi aksi penyadaran lingkungan hidup. Dia menyebut beberapa langkah yang dilakukan ialah penyadaran pemuliaan lingkungan, penciptaan Eco-Rumah Ibadat (Eco-RI), dan sungai bersih.
" Kita semua perlu mulai dari menjadikan Rumah Tuhan sebagai tempat ramah lingkungan, sebelum kita bergerak memuliakan bumi ciptaan-Nya,” pungkas dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya