Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Dala FM)
Dream - Migingo merupakan sebuah pulau karang kecil di Danau Victoria di Kenya. Pulau ini terbilang unik karena luasnya hanya 1.982 meter persegi. Dengan jumlah penduduk yang tercatat secara resmi hanya 131 orang.
Namun sumber lain mengatakan pulau itu dihuni sekitar 1.000 jiwa sehingga menjadikannya sebagai pulau paling padat di dunia.
Sayangnya pulau yang punya julukan 'Iron Clad Island' atau Pulau Gubuk Besi itu kumuh dan memiliki sejarah yang tidak jelas.

Menurut beberapa laporan, pulau itu awalnya ditemukan oleh dua nelayan Kenya, Dalmas Tembo dan George Kibebe. Mereka datang ke sana pertama kali pada tahun 1991 dan menjadi sejarah awal terbentuknya kehidupan permasyarakatan saat ini.
© Dream
Sementara laporan lain mengatakan bahwa penemunya adalah seorang nelayan Uganda bernama Joseph Unsubuga, yang datang ke sana pertama kali dan kemudian mengajak teman-temannya yang lain untuk memancing.
Akibat munculnya dua versi penemuan tersebut, Pulau Migingo jadi rebutan hingga menimbulkan perang di antara Kenya dan Uganda.
Namun pada tahun 2016, dua negara Afrika itu akhirnya mencapai kesepakatan. Mereka akan menarik pajak kepada nelayan yang tinggal di pulau itu. Masing-masing negara juga mengirim polisi untuk mencegah perompak menyerang Pulau Migingo.
Meskipun langkah-langkah untuk mengatur populasi telah dilakukan, Pulau Migingo menjadi penuh sesak hingga hampir tidak ada ruang untuk berjalan di pulau kumuh tersebut.
© Dream
Sedangkan hal paling lucu tentang Pulau Migingo dan populasinya yang menakjubkan adalah sebuah pulau kosong yang jauh lebih besar di dekat Migingo. Pulau itu namanya Usingo.

Legenda mengatakan bahwa Pulau Usingo adalah sarang iblis. Para nelayan takut menginjakkan kaki di pulau tersebut. Apalagi jika mereka harus tinggal di sana dengan keluarga mereka.
Tapi ternyata itu adalah hoax yang disebarkan secara online. Penduduk Pulau Migingo sendiri bahkan belum mendengar atau melihat ada setan di Pulau Usingo. Tetapi mereka memiliki alasan yang sangat praktis untuk tetap tinggal di atas pulau karang yang penuh sesak itu.
Pasalnya, meski ada patroli dari Kepolisian Kenya dan Uganda, perompak selalu mengintai di sekitar Pulau Usingo untuk mencegat nelayan yang baru pulang dari menangkap ikan.
(Sah/Sumber: odditycentral)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya