Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Gunung Karangetang Meletus (napak-alam.blogpsot.com)
Dream - Gunung Karangetang yang terletak di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara dilaporkan meletus pada Kamis, 7 Mei 2015 pukul 14.00 WITA. Erupsi disertai guguran lava pijar menimbulkan awan panas dan debu vulkanik tebal.
" Awan panas meluncur ke sisi timur sejauh 4 kilometer," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis diterima Dream.co.id, Jumat, 8 Mei 2015.
Aktivitas gunung pada pagi hari ini mengeluarkan awan panas yang meluncur sejauh 2,5 kilometer. Awan tersebut meluncur ke arah selatan menuju Kali Kahetang dan Kali Awang.
" Saat ini, lontaran batu pijar dan awan panas masih terus berlangsung," kata dia.
Sebanyak 465 orang penduduk Kelurahan Bebali, Kecamatan Siau Timur yang berada pada radius 5 kilometer dari pusat letusan mengungsi di tiga titik pengungsian. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.
" Pengungsi tidak membawa barang apa-apa karena kejadian mendadak. Masyarakat sudah terbiasa dengan letusan Gunung Api Karangetang, namun letusan dengan awan panas kemarin adalah yang besar sehingga masyarakat langsung mengungsi," kata dia.
Berdasarkan data BNPB, sebanyak empat rumah warga di Kampung Kora-Kora telah rata dengan tanah. Data mengenai dampak ini diperkirakan dapat bertambah.
Usai letusan hari ini, aktivitas Gunung Karangetang tidak menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Saat ini, status gunung ditetapkan dalam kondisi Siaga III, dan warga dilarang mendekati Gunung Karangetang dalam radius 4 kilometer.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha