Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Novel Baswedan Mengenakan Batik Coklat. (sumber: Merdeka.com)
Dream - Sepupu Novel Baswedan sekaligus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, angkat bicara terkait kasus yang membelit Novel. Sebagai keluarga, Anies mengaku terus mendukung Novel.
" Saya bisa komentar sebagai sepupu, kami kemarin sudah berkomunikasi dengan keluarga. Terakhir ketemu sebulan yang lalu. Ini risiko perjuangan," jelas Anies selepas upacara peringatan hari Pendidikan Nasional di Kemendikbud, Jakarta, Sabtu 2 Mei 2015, seperti dikutip merdeka.com.
Namun, kini pembelaan Anies sedikit berbeda dari sebelumnya. Anies mengaku tidak bisa lagi mengintervensi proses hukum secara terbuka.
" Jadi dulu saya bisa mengerjakan bisa datang kapan saja, sekarang saya membawa institusi. Karena itu saya mengerjakan, tapi dalam sunyi, saya komunikasi," kata dia.
Saat ditanya apa Anies juga mencoba berhubungan dengan Kapolri, dia hanya tersenyum simpul dan enggan menjelaskan lebih lanjut.
Anies Baswedan mengaku sudah dekat dengan Novel Baswedan sejak kecil. Oleh karena itu, keduanya sering berbagi cerita soal pekerjaannya masing-masing.
" Novel yang saya tahu anak yang lurus dan berani," ucap dia.
Kepada Anies, Novel pun tahu bahwa pekerjaan polisi tidak mudah. Novel pernah bercerita hampir mati saat bekerja sebagai polisi.
" Dia cerita risiko besar yang dikerjakan. Katanya, Bang saya pernah tugas, ada kontak senjata. Sebuah peluru mengenai rambut saya. Kalau peluru naik dua senti lagi, hidup saya berakhir. Hidup dia adalah hidup tambahan, makanya dia mau hidup untuk perangi korupsi," cerita Anies.
Anies pun yakin, dengan nama baik keluarga Baswedan yang dikenal sebagai pendiri Partai Arab Indonesia, Novel tidak akan berani berbuat seperti yang dituduhkan.
" Yang kita cuma punya cuma nama baik orang tua ini, merupakan tugas untuk meneruskan," tutup dia.
Seperti diberitakan, Novel Baswedan ditangkap penyidik Bareskrim Polri pada Jumat dini hari, 1 Mei 2015. Setelah sempat ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada sore hari kemarin Novel diterbangkan ke Bengkulu untuk menjalani rekonstruksi.
Karena malam hari kemarin hujan, dan Novel menolak didampingi pengacara yang ditunjuk polisi, rekonstruksi urung digelar kemarin. Dan rencananya rekonstruksi baru digelar hari ini. Tidak jelas tentang status Novel saat ini, apakah status dia ditahan atau hanya terperiksa.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri kemarin telah memerintahkan kepada Kapolri Jenderal Badrodin Haiti agar tidak menahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Mantan Wali Kota Solo tersebut juga meminta kepada Kapolri agar proses hukum yang diterapkan kepada Novel harus transparan dan adil.
" Saya sudah perintahkan kepada Kapolri, agar tidak ditahan. Saya juga minta agar proses hukum yang transparan dan adil," ujar Jokowi, kepada wartawan, usai melakukan salat Jumat di Masjid Kottabarat, Solo, Jumat 1 Mei 2015.
Selain memerintahkan agar tak menahan Novel, Jokowi juga meminta kepada Kapolri agar tidak membuat pernyataan atau hal-hal yang kontroversial di masyarakat. " Saya sudah perintahkan kepada Kapolri agar tidak membuat hal-hal yang kontroversial di masyarakat," tegasnya.
Jokowi menegaskan, Kapolri dan KPK harus saling bersinergi bersama Kejaksaan. Mereka harus bekerja sama untuk memberantas korupsi. " Sudah sudah saya perintahkan kepada Kapolri tadi," pungkasnya.
Seperti diketahui, Novel Baswedan ditangkap di rumahnya kawasan Jakarta Utara, sekitar pukul 00.00 WIB, oleh penyidik Bareskrim yang berjumlah 13 orang. Kasus yang menjerat Novel bermula saat dia menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bengkulu pada 2004. Novel dituduh melakukan penganiayaan dengan menembak dan menyiksa seorang pencuri sarang burung walet hingga tewas.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang