Kala Kanker Menggerogoti Tubuhnya, Jejak Kebaikan Guru Ini Akan Abadi

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 14 Maret 2019 19:01
Kala Kanker Menggerogoti Tubuhnya, Jejak Kebaikan Guru Ini Akan Abadi
Meski sudah meninggal, jasa Hayati mengabadi.

Dream - Seorang guru wanita Malaysia, Hayati Aini Ahmad, mendapatkan banyak simpati dari dunia maya. Jejaknya di internet dikenal lewat channel YouTubenya, hayatimathswizz Hayati Aini.

Dilansir mStar, Hayati adalah seorang guru matematika yang paham teknologi. Dia membuat channel Youtube dan mengisi dengan banyak video tutorial.

Jumlah video yang sudah dia unggah mencapai 300 buah. Tidak ada momen pribadi, hanya video tutorial pemecahan rumus matematika.

Meski ditujukan untuk para pelajar di Malaysia, channel YouTube Hayati rupanya juga diakses dari banyak negara. Banyak pelajar terbantu berkat video milik Hayati yang bisa diakses secara gratis.

Sedihnya, guru berhijab usia 46 tahun itu sudah tidak lagi di dunia. Dia meninggal pada Minggu, 10 Maret 2019 setelah mengidap kanker payudara sejak dua tahun lalu.

 

 

1 dari 2 halaman

Keinginan Mulia Almarhumah

Suami Hayati, Abdul Jalil Daud, 53 tahun, berharap video yang dibuat istrinya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Dia berpesan kepada seluruh pejalar Malaysia agar memanfaatkan video tersebut untuk belajar.

" Istri saya tergerak membuat video pengajaran dalam bahasa Melayu di YouTube untuk menyediakan alternatif pembelajaran bagi pelajar yang kurang bisa bahasa Inggris karena rata-rata video di YouTube dalam Bahasa Inggris," kata Jalil.

Selain itu, kata Jalil, istrinya tergerak membantu para pelajar untuk memahami materi pelajaran di luar kelas. Menurut dia, almarhumah Hayati hanya ingin siswanya benar-benar paham materi yang dia ajarkan.

" Naluri sebagai pendidik sangat tinggi, dia ingin memastikan siswanya benar-benar paham materi pelajaran Matematika," ucap Jalil.

2 dari 2 halaman

Kenangan Seorang Murid

Salah satu siswa yang pernah diajar Hayati, Ainal Fadilah, mengatakan kabar meninggalnya sang guru cukup membekas baginya. Bersama rekan-rekannya, Ainal terkejut kala pertama kali mendengar berita Hayati meninggal.

" Kami hanya tahu kabar meninggalkan Ibu Guru (Hayati) setelah tersebar di Facebook dan WhatsApp," kata Fadilah.

Fadilah mengatakan pelajaran yang disampaikan almarhumah Hayati mudah dipahami. Hayati merupakan guru dari Fadilah ketika dia masih bersekolah di Sekolah Menengah Kebangsaan Alma di Seberang Perai Tengah, Pulau Pinang.

" Bu Guru Hayati sangat baik dan ikhlas dalam bekerja," kata Fadilah.

Wanita itu bisa memahami jika Hayati tetap saja membagi ilmu kepada para pelajarnya meski sedang sakit. Ini karena Hayati memiliki perhatian begitu besar kepada para siswanya.

" Sebagai muridnya, saya akan sebarkan ilmu yang diberikan Bu Guru di media sosial melalui Facebook dan Youtube untuk generasi mendatang agar terus berkembang," ucap dia.(Sah)

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara