Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Stasiun Pasar Senen (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Dream - Larangan mudik mulai berlaku tengah malam nanti mulai pukul 00.00 WIB. Seluruh moda transportasi akan dilarang bergerak saat larangan terjadi kecuali kendaraan-kendaraan tertentu.
Meski demikian, satu hari jelang berlakunya larangan mudik, kepadatan calon penumpang justru terjadi. Bahkan pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan peningkatan.
Seperti pada Terminal 2 Bandara Soetta, terjadi kepadatan calon penumpang di area keberangkatan. Mereka sedang mengantre untuk validasi dokumen kesehatan dan proses check in.
" Hari ini sedikit ada kenaikan dibandingkan dengan hari kemarin tapi masih dalam batas range yang kita hitung untuk bisa diamankan secara operasi dan secara pelayanan," ujar Executive General Manager Bandara Soetta, Agus Haryadi, dikutip dari Liputan6.com.
Pergerakan penumpang di Terminal 2 dan 3 Bandara Soetta diprediksi mencapai 80 ribu orang untuk keberangkatan maupun kedatangan. Sebelumnya, pergerakan penumpang rata-rata di angka 40-60 ribu orang.
Untuk mengurai kepadatan, kata Agus, pihaknya membuka Sub Terminal 2F pada jam-jam tertentu. Ini agar kerumunan yang bisa memicu penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir.
" Kita siap untuk dioperasikan bahkan beberapa hari kemarin secara berkala di jam- jam tertentu kita operasikan. Sehingga kemudian kita pastikan pelayanan terutama protokol kesehatan bisa kita jaga dengan baik," kata Agus.
Kepadatan juga terjadi di Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Tercatat ribuan penumpang meninggalkan Jakarta sehari sebelum larangan mudik berlaku.
Kepala Humas KAI Daerah Operasi I, Eva Chairunnisa, mengatakan sekitar 10 ribu penumpang dijadwalkan berangkat dari Jakarta di H-1 larangan mudik.
" Dari Stasiun Pasar Senen 5.000 dan 5.000 dari Stasiun Gambir. Jumlah kuota penumpang berangkat sudah melalui pembatasan kapasitas maksimal 70 persen," kata Eva.
Eva menjelaskan pihaknya mengoperasikan antara 17 hingga 20 rangkaian kereta. Selama masa pengetatan, para penumpang diharuskan memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan.
" Pada masa pengetatan perjalanan juga diwajibkan memiliki surat pemeriksaan Covid dengan hasil negatif dengan masa berlaku 1x24 jam," ucap Eva.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya