Pemudik di Bogor Diisolasi di Rumah Angker, Kapolres: Siang Ngeri, Apalagi Malam

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 5 Mei 2021 13:00
Pemudik di Bogor Diisolasi di Rumah Angker, Kapolres: Siang Ngeri, Apalagi Malam
Nantinya, pemudik nekat kedapatan positif Covid-19 ditempatkan di fasilitas terkenal angker di Bogor.

Dream - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi pemudik nekat jelang Lebaran 2021. Salah satunya, menyiapkan sejumlah tempat karantina berupa rumah yang terkenal angker.

Kapolres Bogor, AKBP Harun, mengatakan, lokasi karantina tersebut yaitu Wisma Artha Graha di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung. Nantinya, pemudik nekat yang dinyatakan positif Covid-19 lewat rapid test antigen mobile mulai 6 Mei 2021 akan ditempatkan pada fasilitas tersebut.

" Wah itu angker itu tempatnya. Kita saja ninjau ke sana siang-siang ngeri apalagi malam hari. Nanti kita tempatkan di lokasi yang di bawah, yang angker banget," ujar Harun.

Dalam menerapkan larangan mudik sekaligus mencegah membludaknya wisatawan pada masa libur Hari Raya Idul Fitri 1442H, Harun telah menyiapkan sejumlah pos sekat. Pos tersebut disebar di sejumlah jalur arteri hingga jalan tikus.

" Kalau ada yang bisa lolos, nanti kita adakan rapid antigen mobile. Kalau ternyata positif langsung kita arahkan ke Cipayung," ucap dia.

1 dari 2 halaman

Titik Pemeriksaan

Selanjutnya, Harun mengatakan terdapat tujuh titik perbatasan yang dijaga ketat untuk mencegah adanya pemudik nekat. Titik tersebut berlokasi di Cisarua, Cigombong, Parung, Cibinong, Cileungsi, hingga Cariu.

Petugas di pos penjagaan tersebut melakukan penyaringan kendaraan yang akan keluar masuk area Kabupaten Bogor. Ini berdasarkan imbauan Pemerintah terkait aktivitas mudik yang dibolehkan selama masa larangan berlaku pada 6-17 Mei 2021.

" Karena imbauan Pemerintah, yang boleh mudik yang ada di dalam Jabodetabek saja, dari wilayah lain putar balik," ucap Harun.

 

2 dari 2 halaman

Wajib Bawa Hasil Rapid Test Antigen Atau Bukti Vaksinasi

Bagi masyarakat yang akan masuk wilayah Kabupaten Bogor, terang Harun, wajib membawa dan menunjukkan hasil negatif rapid test antigen atau surat keterangan sudah divaksinasi Covid-19. Jika tidak mampu menunjukkan surat tersebut, maka akan diputar balik.

" Ini mengurangi potensi penularan Covid-19," terang dia.

Sementara, pemeriksaan akan diprioritaskan untuk kendaraan berpelat nomor non-F. Diketahui, pelat nomor F menunjukkan asal kendaraan dari Bogor.

" Ya, kami fokus yang pelat nomornya bukan F," kata dia.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar