Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ustadz Abdul Somad (Foto: Instagram)
Dream - Keputusan Gus Miftah untuk hadir dan membawakan orasi saat peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Jakarta masih memicu perdebatan di masyarakat. Salah satunya muncul dari akun Youtube Ustadz Lover yang menukil pendapat dari dua dai ternama.
Tukilan video yang berasal dari rekaman lama tersebut digunakan si pemilik akun untuk menjelaskan padangan Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Adi Hidayat (UAH) soal hukum seorang muslim mendatangi rumah ibadah agama lain.
Semenjak jadi perbincangan, kabar tentang Miftah Maulana Ibrahim atau Gus Miftah hadir di peresmian GBI bahkan memberikan orasi menjadi viral setelah diunggahnya di akun Instagram.
Gus Miftah tak lupa mengklarifikasi soal tuduhan segelintir netizen yang menuduhnya telah kafir karena keputusannya hadir di tempat ibadah tersebut. Ada pula yang beranggapan Gus Miftah telah keluar dari Islam karena mencampuradukkan ajaran agama.
Mengenai hal itu, pengelola akun Ustaz Lover tersebut memuat video lama ceramah Ustaz Abdul Somad yang pernah menjelaskan hukum seorang muslim masuk ke tempat ibadah agama lain.
“Haram hukumnya masuk ke rumah Ibadah orang lain. Haram! Karena Nabi tak mau masuk ke dalam tempat Ibadah, jika di dalam itu ada patung berhala,” kata Ustad Abdul Somad dalam video yang diunggah akun Ustadz Lovers pada Senin, 3 Mei 2021 lalu.
Lebih lanjut dalam ceramahnya tersebut, UAS mengatakan para penganut mahzab Syafi'i menetapkan hukum haram masuk ke dalam rumah ibadah agama lain yang ada patung berhalanya.
“Maka dalam Islam, mazhab Syafiih mengharamkan masuk ke dalam rumah Ibadah yang di dalamnya ada berhala,” jelas UAS dalam ceramah yang juga banyak diunggah akun Youtube lain pada 2019 lalu.
UAS juga menyebutkan bahwa agama Islam telah sempurna. Tidak perlu diajarkan lagi bagaimana berhubungan dan berinteraksi sosial dengan agama lain. Bahkan menurutnya, banyak orang yang salah memaknai arti toleransi beragama.
“Tapi kalau masalah Ibadah, ritual, tak ada tawar menawar: bagimu agama mu, bagiku agamaku. Ini sekarang banyak yang kebablasan, mana toleransi, mana telur asin. Jangan karena tolerensi mengorbankan akidah,” papar UAS.
Setelah videonya viral, Gus Miftah kemudian membuat klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa videonya itu bukan dalam rangka ikut rituan peribadatan, melainkan menghadiri undangan untuk memberikan pidato kebangsaan dalam rangka peresmian GBI.
Disaat yang sama hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sekjen PBNU Gus Helmi.
“Saat itu saya hadir bersama Gubernur DKI Jakarta, Mas Anies Baswedan, Sekjen PBNU Gus Helmi, dan beberapa tokoh agama lainya. Dan itu atas undangan mereka, acara yang mereka berikan ke saya pun, judulnya orasi kebangsaan dalam peresmian GBI. Bukan dalam rangka peribadatan, dicatat dalam rangka peresmian bukan dalam rangka peribadatan,” kata Gus Miftah, dikutip dalam kanal YouTube yang sama.
Gus Miftah mengakui dihujat habis-habisan oleh publik. Namun dirinya tidak menanggapi dan tetap bersyukur.
“Saya dihujat banyak netizen dengan mengatakan Miftah sesat, Miftah kafir, syahadatnya batal dan lain sebagainya. Gus Miftah marah? Enggak, saya bersyukur, alhamdulillah,” lanjutnya.
“Saya kemudian berpikir, orang seperti saya yang kebetulan dikasih Allah, jadi orang yang mampu membimbing sekian ratus orang untuk bersyahadat untuk jadi mualaf, hanya gara-gara video tersebut saya dikatakan kafir,” bebernya.
“Luar biasa, itulah dakwah zaman sekarang. Kalau dakwah zaman dulu tugasnya meng-Islamkan orang kafir, dakwah hari ini mengkafir-kafirkan orang Islam,” tukasnya.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS