Haji Belum Pasti, Wamenag Minta Jemaah Hati-Hati dan Bersabar

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 5 Mei 2021 09:00
Haji Belum Pasti, Wamenag Minta Jemaah Hati-Hati dan Bersabar
Banyak beredar informasi bohong terkait penyelenggaraan haji.

Dream - Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi, meminta masyarakat, khususnya calon jemaah haji, untuk berhati-hati dalam menyerap informasi. Banyak informasi bohong yang berseliweran terkait penyelenggaraan ibadah haji.

" Saya tekankan, mohon kepada para pihak untuk tidak mengembangkan isu-isu yang menyesatkan, yang membuat masyarakat tidak mendapatkan informasi yang benar," ujar Zainut.

Zainut menyatakan hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Arab Saudi untuk penyelenggaraan haji. Pemerintah masih menunggu keputusan tersebut, sebagaimana dengan negara-negara lain.

" Jadi masyarakat calon jemaah haji untuk menyiapkan diri, menata hatinya agar menerima keputusan pemerintah termasuk keputusan yang paling pahit jika tahun ini tidak bisa melaksanakan haji," kata Zainut.

 

1 dari 5 halaman

Hoaks seputar haji

Zainut mengatakan ada beberapa isu hoaks yang berkembang di masyarakat soal haji. Di antaranya pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia karena menggunakan vaksin Sinovac yang belum terregistrasi di WHO.

Ada pula kabar pembatalan keberangkatan akibat masih adanya tunggakan akomodasi di Arab Saudi. Akibatnya, Pemerintah Saudi disebut tidak membukakan pintu untuk jemaah haji Indonesia.

Zainut menegaskan seluruh kabar tersebut tidak benar. Menurut dia, jika pembatalan haji terjadi pada tahun ini murni karena alasan pandemi Covid-19.

" Ini murni kalau tidak ada pemberangkatan itu murni situasi kondisi Covid-19. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak percaya informasi yang membuat situasi tidak kondusif," kata dia, dikutip dari JPNN.

2 dari 5 halaman

Alur Pergerakan Jemaah Haji Indonesia Jika Diizinkan Berangkat oleh Saudi

Dream - Kementerian Agama terus menjalankan persiapan pelaksanaan haji 1442H/2021M meski belum ada keputusan resmi dari Arab Saudi. Sejumlah skenario dan mitigasi disusun untuk mengantisipasi kemungkinan jemaah terpapar Covid-19 jika Saudi sudah memberikan izin keberangkatan.

" Penyelenggaraan haji d masa pandemi memerlukan beberapa penyesuaian, terutama karena diberlakukannya protokol kesehatan," ujar Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Ramadan Harisman, melalui keterangan tertulis.

Kemenag juga telah menggelar Bahtsul Masail Haji di Masa Pandemi yang salah satu hasilnya yaitu alur pergerakan jemaah. Alur ini akan diberlakukan jika nantinya ada pemberangkatan jemaah haji Indonesia.

Ramadan mengatakan penyusunan alur jemaah ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan jemaah. Terdapat delapan tahapan yang harus dilalui jemaah selama berhaji nanti.

 

3 dari 5 halaman

Wajib Vaksinasi Covid-19 dan Meningitis

Tahap pertama yaitu jemaah haji wajib divaksin. Vaksinasi yang dimaksud ada dua yaitu Covid-19 dan meningitis.

" Untuk vaksinasi Covid-19, saya berharap Kabid PHU di tiap provinsi harus memastikan jemaah haji yang akan berangkat sudah divaksin. Apalagi saat ini Kemenkes telah menetapkan jemaah haji sebagai kelompok rentan sehingga bisa mendapat prioritas penerima vaksin Covid-19," kata dia.

Tahap pertama, jemaah wajib menjalani karantina di Asrama Haji selama 3x24 jam dengan didahului swab antigen. Pada hari ketiga karantina, jemaah menjalani swab PCR.

Apabila hasilnya negatif, jemaah haji bisa berangkat ke Saudi. Tetapi jika positif akan dilakukan isolasi mandiri di Asrama Haji.

 

4 dari 5 halaman

Karantina di Mekah 3x24 Jam

Tahap ketiga, jemaah wajib menjalani karantina hotel di Mekah. Ramadan mengatakan kemungkinan semua jemaah haji Indonesia tahun ini akan turun di Jeddah.

" Karena kita kemungkinan memberangkatkan hanya sedikit jemaah," kata dia.

Masa karantina di hotel Mekah dijalani dalam 3x24 jam dengan kapasitas satu kamar diisi dua jemaah. Sedangkan di hari terakhir karantina, jemaah haji akan dites swab PCR kembali.

" Jika hasilnya negatif, pada hari ke-4 jemaah bisa melaksanakan umroh. Jika hasilnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri pada hotel di Mekah," kata Ramadan.

Tahapan keempat, terkait miqat dan protokol kesehatan. Jemaah haji yang akan melaksanakan umroh wajib diberangkatkan menggunakan bus menuju tempat miqat dengan protokol kesehatan ditetapkan Pemerintah Saudi.

Di tahapan kelima, selama di Mekah jemaah melaksanakan umroh wajib dan thowaf ifadhah di Masjidil Haram. Selain itu, jemaah juga diberikan kesempatan ke Masjidil Haram sebanyak tiga kali dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

" Ini juga kita akan betul-betul perhatikan, karena saat ini memasuki Masjidil Haram juga perlu memperhatikan ketentuan yang ditetapkan. Seementara pergerakan jemaah saat puncak ibadah haji akan menyesuaikan dengan ketentuan di Arab Saudi," kata Ramadan.

5 dari 5 halaman

Tidak Ada Sholat Arbain di Madinah

Tahapan keenam, setelah seluruh proses haji di Mekah selesai, jemaah akan diberangkatkan ke Madinah. Tiba di Madinah, jemaah ditempatkan pada hotel-hotel yang telah ditentukan dengan komposisi satu kamar maksimum ditempati dua orang.

Jemaah akan tinggal di Madinah selama tiga hari. Sehingga tidak ada pelaksanaan sholat Arbain.

" Skenario yang kami susun, kalau ada pemberangkatan jemaah haji, tidak akan ada Arbain karena di Madinah hanya tiga hari. Ini perlu diberikan penjelasan kepada jemaah kita," kata Ramadan.

Tahapan ketujuh, pada hari ke-4 jemaah haji akan dipulangkan ke Tanah Air melalui bandara Madinah. Sebelum dipulangkan, jemaah menjalani kembali tes swab PCR.

" Jika hasilnya negatif, jemaah haji dipulangkan ke Tanah Air. Jika hasilnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri pada hotel di Madinah," kata Ramadan.

Sedangkan tahapan kedelapan, jemaah haji menjalani tes swab antigen setibanya di Tanah Air. Tes swab antigen akan dilakukan di Asrama Haji.

Jika hasilnya negatif, jemaah haji dipulangkan ke daerah masing-masing dan melakukan karantina mandiri di rumah. Jika hasilnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri di asrama haji.

" Kesimpulannya, selama proses penyelenggaraan haji, jemaah dan petugas wajib menerapkan protokol kesehatan, Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta membatasi interaksi dan mobilitas," kata Ramadan.

Beri Komentar