Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Enah Ditandu (Foto: Merdeka.com)
Dream - Peristiwa memprihatinkan terjadi di Pandeglang, Banten, Sabtu 1 Mei 2021. Seorang ibu hamil yang hendak melahirkan terpaksa ditandu sejauh empat kilometer untuk sampai ke puskesmas, karena akses jalan di sana belum bisa dilalui kendaraan.
Ibu yang tengah hamil bernama Enah, 30 tahun, warga Kampung Lebak Gedong Desa/Kecamatan Sindangresmi. Dia terpaksa ditandu para pemuda menggunakan sarung dan bambu untuk mencapai lokasi yang bisa dijangkau mobil.
Salah seorang pemuda desa sekitar, Muhamad Rizal Saefulloh, menceritakan awalnya mereka mendapat laporan dari warga mengenai adanya seorang ibu hamil yang akan melahirkan.
" Iya itu tetangga kampung, Kemarin itu pas habis Zuhur jam satuan kira-kira. Ibu Enah di rumahnya sudah enggak tahan mau melahirkan. Sudah gitu, nelpon ke teman-teman pemuda di sini. Kita ke sana kita liat kondisinya sudah memprihatinkan," ujarnya saat dihubungi, Minggu, 2 Mei 2021.

Saat akan dibawa ke puskesmas, kondisi jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Hasil dari diskusi pemuda dan keluarga, ibu hamil tersebut terpaksa ditandu menggunakan sarung dan bambu.
" Kita mau bawa pakai kendaraan, cuma karena jalan yang tidak layak yang tidak bisa dijangkau kendaraan roda dua atau roda empat. Akhirnya kita berdiskusi dengan keluarga, karena ibunya sudah tidak kuat sekali, akhirnya hasil diskusi kita simpulkan untuk ditandu. Dari kampung Lebak Gedong ke Kampung Sawit, yang jaraknya kisaran 3 sampai 4 kilo," kata Rizal.
Di tengah perjalanan, sarungnya robek. " Di perjalanan itu, karena memang tidak kuat ini sarungnya menahan beban ibu hamil yang kita tandu pakai sarung dan bambu, robek di jalan tanpa kita ketahui dari sebelumnya. Sampai jatuh ibu hamilnya, kita ganti kembali kita bawa," ungkap Rizal.
Sesampai di Kampung Sawit dan telah ada akses jalan yang dapat dilalui dengan kendaraan roda 4, Enah di bawa menggunakan mobil ke puskesmas.
" Pakai (mobil) teman-teman di sini, aksesnya ke puskesmas sudah bisa dilalui mobil, 4 kilo itu (ditandu) dari Lebak Gendong ke Kampung Sawit," ungkapnya.
Saat tiba di puskesmas, kehamilan ibu Enah sudah masuk ke bukaan 4. Tenaga medis di sana pun melakukan pemeriksaan.
" Setelah itu ibunya meminta izin ke kamar mandi. Saat di kamar mandi keluar anak yang pertama dan meninggal di tempat. Setelah itu ditidurkan kembali diperiksa lagi oleh bidannya, ternyata ada satu lagi di dalam. Dibantu kembali (melahirkan), ternyata dua-duanya sudah tidak bisa tertolong bayinya," ujar Rizal.
Berdasarkan hasil diagnosa di puskesmas, kedua bayi kembar tersebut meninggal akibat kelebihan air ketuban, dan juga kondisi kandungan masih berumur 6 bulan.
" Hasil diagnosa di sini, itu karena kelebihan air ketuban. Memang umur kandungannya baru 6 bulan," jelasnya.
Mengenai biaya persalinan Enah di puskesmas, seluruhnya menggunakan Jamkesmas dana BPJS. Kini dia telah kembali ke rumahnya.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya