5 Fakta Soal Sianida, Racun yang Bikin AS Kaya dan Alat Holocaust Nazi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 4 Mei 2021 15:25
5 Fakta Soal Sianida, Racun yang Bikin AS Kaya dan Alat Holocaust Nazi
Selain sebagai zat pembunuh, masih banyak fakta-fakta tersembunyi dibalik sianida yang jarang diketahui. Apa saja?

Dream - Nama Sianida kembali populer pasca pembunuhan berencana yang dilakukan Nani Apriliani, 25 tahun, yang menewaskan NF, 10 tahun. Nani diketahui ingin mengirimkan paket takjil berupa satai bumbu beserta lontong yang sudah ia racik dengan sianida.

Tindakan mengerikan Nani ini kembali mengingatkan publik pada kasus kopi Sianida yang dilakukan Jessica Kumala Wongso yang didakwa membunuh Mirna.  

Sianida sendiri memang dikenal sebagai racun yang sangat berbehaya dan kerap dipakai pengarang kisah-kisah detektif seperti di dalam buku Sir Arthur Conan Doyle untuk membunuh.

Sianida merupakan zat kimia aktif yang mengandung unsur siano, CN. Zat kimia ini bisa berbentuk gas (hidrogen sianida, HCN) hingga kristal (sodium sianida, NaCN).

Untuk dijadikan alat pembunuhan, ternyata hanya membutuhkan seper sepuluh gram sianida. Cara kerjanya sendiri, yakni menghalangi tubuh menggunakan oksigen.

Selain itu, masih banyak fakta-fakta tersembunyi dibalik sianida yang jarang diketahui. Apa saja? Dilansir dari Merdeka.com, Selasa 4 Mei 2021 dan sumber lain, berikut ulasannya.

1 dari 5 halaman

1. Dapat Ditemukan Secara Mudah

Ilustrasi© Shutterstock

Meski sangat mematikan, ternyata manusia tanpa sadar banyak bersentuhan dengan sianida. Contoh paling umum adalah singkong dan apel. Sudah sejak lama singkong diketahui mengandung sianida dan bebahaya bila salah mengolahnya. Gejala ringan keracunan sianida singkong biasanya pusing dan muntah-muntah.

Sementara pada apel, Sianida dapat ditemukan di bagian bijinya. Tak heran jika banyak orang menyarankan membuang biji apel jika ingin dibuat jus atau langsung dimakan.

Sianida sejatinya terkandung dalam 110 keluarga tumbuh-tumbuhan. Menurut penelitian, memakan 1,5 kilogram kacang Lima (kratok) bisa membunuh manusia, karena dalam kacang ini juga terkandung sianida.

2 dari 5 halaman

2. Sianida Bantu AS Jadi Produsen Emas Terbesar

Ilustrasi© Shutterstock

Bagi Amerika, sianida menjadi racun yang membuat mereka kaya. Sebab, sejak 100 tahun lebih, sianida dipakai untuk memurnikan emas dari batu-batuan dengan lebih efektif dan murah.

Penggunaan sianida di dunia pertambangan emas ditaksir telah berkontribusi sekitar US$ 50 miliar lebih untuk Amerika sejak tahun 1980. Zat beracun ini dianggap sebagai salah satu faktor utama dalam keberhasilan Amerika jadi salah satu produsen emas terbesar di dunia.

3 dari 5 halaman

3. Gas Algojo Bagi AS dan Nazi

Ilustrasi© Shutterstock

Berdasarkan penelitian, sianida berbentuk gas adalah yang paling berbahaya, misalnya hidrogen sianida. Tak aneh bila gas ini kerap dipakai sebagai media hukuman mati.

Sejak tahun 1920an, Amerika telah menggunakan 'kamar gas' untuk mengeksekusi napi hukuman mati, bahkan sampai saat ini. Zat berbahaya ini juga menjadi favorit Nazi saat tragedi Holocaust.

Nazi terbukti banyak membangun kamar-kamar gas sianida sebagai bagian program pembunuhan massal. Kebanyakan korban dari kamar gas sianida ini disebut orang-orang Yahudi. Gas sianida yang dipakai sebagai algojo massal di Perang Dunia ke-2 dikenal dengan nama 'ZyklonB'.

4 dari 5 halaman

4. Sianida Ada di Darah Manusia

Tak banyak yang menyadari bahwa manusia memiliki sianida sebagai salah satu bagian pembentuk DNA.

Berdasarkan teori pakar kimia Paul on Rague Schleyer dari Universitas Georgia, saat Bumi masih tanpa kehidupan, DNA pertama disebut terbentuk dari lima buah molekul sianida atau biomolekul. Sayangnya, asal-usul biomolekul ini tidak diketahui.

Salah satu dari molekul itu adalah adenine. Adenin sendiri muncul dari reaksi kimi antara sianida dan amonia.

 

5 dari 5 halaman

5. Sianida Ada dalam Rokok

Rokok menjadi salah satu sumber sianida paling populer di dunia.

Merokok menurut penelitian adalah sumber utama kontaminasi sianida bagi mereka yang tidak berkerja di industri yang dekat dengan zat racun ini. Asap rokok memang mengandung hidrogen sianida.

Meski tidak langsung membunuh perokok, sianida pada rokok dapat menyebabkan pusing, lemas, mutah, pingsan, bahkan kematian mendadak.

Sumber: merdeka.com dan sumber lain. 

Beri Komentar