Cara Polisi Bongkar & Lacak Asal Sate Takjil Sianida Kiriman Nani Apriliani

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 4 Mei 2021 13:13
Cara Polisi Bongkar & Lacak Asal Sate Takjil Sianida Kiriman Nani Apriliani
Selain mengandalkan keterangan dari sejumlah saksi, kasus ini juga bisa terungkap karena berhasil mengidentifikasi barang bukti ini.

Dream - Polisi akhirnya menangkap Nani Apriliani, 25 tahun, terkait kasus satai beracun sianida hingga menewaskan seorang bocah berinisial NF, 10 tahun.

Dirreskrimum Polda DIY menggunakan sejumlah barang bukti sebagai petunjuk mengungkap kasus ini. Pelaku pun tak bisa mengelak.

Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudy Satria menjabarkan NA diamankan pada 30 April lalu. Tersangka diamankan di rumahnya yang berada di Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.

1 dari 8 halaman

Cara Polisi Temukan Pelaku

Burkan mengatakan bahwa personel gabungan dari Polsek Sewon, Polres Bantul dan Polda DIY diturunkan untuk mengungkap kasus ini.

Selain mengandalkan keterangan dari sejumlah saksi, kasus ini juga bisa terungkap karena berhasil mengidentifikasi barang bukti berupa bungkus sate yang terbilang cukup unik.

" Kunci pengungkapan itu dari bumbu satainya yang terbilang unik. Bungkus satai warna kuning. Kan jarang itu lalu kami cari. Lontongnya juga dibungkus seperti lopis, terus satai yang buka siang hari kan bisa dihitung. Penjual satainya ternyata di sekitar Umbulharjo," ujar Burkan di Polres Bantul, Senin 3 Mei 2021.

Burkan menuturkan, pengungkapan kasus juga dibantu dengan sejumlah rekaman CCTV yang ada di sejumlah titik. Dari situ kemudian mengarahkan kepada siapa terduga pelaku.

Aksi ini dilakukan oleh pelaku cukup rapi dan terencana. Diketahui bahwa racun Kalium Sianida ini dibeli tersangka NA melalui aplikasi jual beli online. Racun Kalium Sianida ini dibeli NA pada akhir Maret 2021.

" Ya direncanakan. Ini proses yang direncanakan. Dia (tersangka) berganti motor. Dia yang tidak biasanya berjilbab di hari itu berjilbab. Kemudian telah memersiapkan jaket. Jaketnya ini dibuang," kata Burkan.

 

2 dari 8 halaman

Motif Pelaku

Diketahui bahwa motif pelaku mengirim paket sate beracun ini karena dendam. NA, disebut sempat menjalin hubungan dengan target T namun ia merasa sakit hati setelah T menikah dengan orang lain.

" Motifnya sakit hati. Karena si target menikah dengan orang lain. Bukan dengan tersangka," kata Burhan.

Dari keterangan tersangka, diketahui bahwa niat awal NA hanya untuk memberi pelajaran terhadap T. Namun ternyata satai beracun ini salah sasaran dan menewaskan seorang anak pengemudi ojek online.

4 dari 8 halaman

Ancaman Hukuman

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan sejumlah pasal, diantaranya Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan terancam hukuman mati.

" Ancaman hukumannya hukuman mati, penjara seumur hidup atau minimal 20 tahun penjara," pungkas Burkan.

Sumber: merdeka.com

5 dari 8 halaman

Foto-Foto Nani Pelaku Takjil Sianida, Pose Lagi Makan Sate Viral di Medsos

Dream - Polisi telah menangkap wanita bernama Nani Aprilliani Nurjaman terkait kasus sate beracun yang menewaskan anak driver ojol, Naba. Wanita 25 tahun itu mengaku mencampurkan satu sendok kalium sianida (KCN) ke bumbu sate yang dimakan Naba.

Sebenarnya, sate itu bukan untuk Naba. Nani mengirimkan sate itu untuk pria yang telah 'meninggalkannya'. Motif asmara menjadi latar pengiriman sate sianida ini. Namun nahas, orang yang dituju tak menerima sate itu, sehingga dibawa pulang oleh sang driver dan dimakan oleh anaknya, Naba.

Sejak terungkapnya pelaku yang meracun sate itu, akun Facebook Nani beredar di sosial media dan menjadi incaran warganet. Facebook ini bernama Nani Aprilliani Nurajaman (Justin Biezzle Lova).

Dalam akun Facebook itu tampak seorang wanita yang diduga sebagai Nani, terakhir di-update pada 2014. Salah satu pose Nani dalam postingannya bahkan menjadi viral. Penasaran seperti apa simak ulasannya berikut ini!

6 dari 8 halaman

Pose Makan Sate

Ilustrasi© Foto : Facebook/Nani Aprilliani Nurajaman

Belakangan, foto sosok wanita muda ini saat membawa sate viral di media sosial. Dalam foto lama yang diunggah akun Facebook yang diduga Nani Aprilliani itu terlihat tengah memegang sate sambil tersenyum menghadap kamera.

Berdasarkan penelusuran di akun sosial medianya, foto saat memegang sate itu merupakan foto lama. Tercatat diunggah sebagai foto profil akun sosial medianya pada 1 Maret 2014.

7 dari 8 halaman

Potong Poni

Ilustrasi© Foto : Facebook/Nani Aprilliani Nurajaman

Dalam foto-foto lainnya, wanita itu tampak memamerkan fotonya saat potong poni.

" Fresh with my new pony style," tulis akun FB Nani Aprilliani Nurjaman pada 18 September 2014 itu.

Status terakhir yang dibuat akun Nani Apriliani Nurjaman itu pun tercatat pada 13 Oktober 2014 lalu.

8 dari 8 halaman

Selfi di Salon

Ilustrasi© Foto : Facebook/Nani Aprilliani Nurajaman

Beberapa foto yang beredar diambil saat Nani sedang melakukan swafoto di dalam salon kecantikan tempat ia bekerja. Seperti diketahui, Nani Aprilliani perempuan berusia 25 tahun itu merupakan warga Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. 

 
9 dari 8 halaman

Sate Sianida

Ilustrasi© Foto : Facebook/Nani Aprilliani Nurajaman

Seperti diberitakan sebelumnya, Nani Aprilliani menaburkan racun sianida atau KCN ke sate ayam yang akan dikirimkannya kepada polisi bernama Tomy. Racun itu diberikan sesuai saran dari temannya saat dia curhat mengenai rasa dendamnya kepada Aiptu Tomy yang tidak jadi menikahinya. 

Namun, rencana mengirimkan lewat ojol tanpa aplikasi justru salah sasaran. keluarga Tomy tidak mau menerima dengan alasan tidak mengenal pengirim. Sate beracun itu akhirnya dibawa pengemudi ojol Bandiman ke rumah untuk disantap bersama keluarga hingga berujung tewasnya sang anak, Naba Faiz Prasetya. 

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider 338 KUHP tentang Pembunuhan sub Pasal 80 ayat 3 jo Pasal 76c UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya bisa berupa hukuman mati atau pidana seumur hidup.  

Beri Komentar