Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Besar Taipe (Foto: Shutterstock)
Dream - Masjid Besar Taipe, Taiwan, ditutup mulai tanggal 1 hingga 16 Mei 2021, setelah ditemukan klaster baru Covid-19 yang bermula dari seorang warga negara Indonesia.
Pengumuman itu dirilis Yayasan Masjid Besar Taipei pada Sabtu, 1 Mei 2021, sebagai upaya pengendalian wabah Covid-19.
Dengan penutupan itu, kegiatan sholat Idul Fitri pada 15 Mei 2021 ditiadakan.
Menurut informasi disebutkan bahwa klaster Masjid Besar Taipe berawal dari seorang pilot pesawat China Airlines berkewarganegaraaan Indonesia yang hasil tes PCR-nya positif saat baru mendarat di Australia pada 21 April 2021.
Pada 16 April 2021, pilot berusia 40 tahun diketahui mendatangi Masjid Besar Taipei.
Pusat Komando Kegawatdaruratan Taiwan (CECC) lalu melacak beberapa orang yang kontak dekat dengan pilot tersebut. Dari hasil pelacakan, ditemukan ada 65 mahasiswa dan dosen --kebanyakan dari Indonesia-- yang bertemu pilot tersebut di masjid itu.
Pihak salah satu perguruan tinggi di Taipei memerintahkan 65 orang tersebut menjalani isolasi mandiri di asrama kampus selama tujuh hari hingga 30 April.
" Namun ada kebijakan lain yang membuat karantina kami diperpanjang dua hari hingga besok, 2 Mei 2021," kata seorang mahasiswa Indonesia, dikutip merdeka.com, Selasa 4 Mei 2021.
Masjid Besar Taipei menjadi tujuan utama bagi warga negara asing, termasuk dari Indonesia, yang hendak melakukan shalat karena lokasinya di kawasan Taman Daan yang strategis dan mudah dijangkau dengan alat transportasi publik.
Sebelum pandemi, masjid berlantai dua tersebut selalu kelebihan daya tampung jamaah shalat Jumat dan shalat Id. Di sekitar Masjid Besar Taipei, terdapat beberapa restoran dan penjual makanan halal, termasuk masakan khas Indonesia.
Di Taiwan terdapat sekitar 290 ribu pekerja migran dari Indonesia yang bekerja di sektor formal, informal, dan pelayaran.
Sumber: merdeka.com
Dream - Meski merupakan wilayah dengan minoritas Muslim, Taiwan sangat terbuka terhadap pengaruh keyakinan Islam. Salah satu bukti nyatanya adalah keberadaan Taipei Grand Mosque sebagai salah satu cagar budaya di sana.
Taipei Grand Mosque atau Masjid Agung Taipei merupakan tempat ibadah yang dibangun pemerintah Taiwan sebagai bentuk pengakuan dan kepedulian terhadap eksistensi umat Muslim yang populasinya terbilang sangat kecil di sana.
Populasi umat Islam di Taiwan memang tergolong sangat sedikit, hanya 0,3 persen dari total penduduk Taiwan. Namun seiring waktu, jumlah yang sedikit itu terus-menerus berkembang.
Pada tahun 2010, diperkirakan ada 140.000 penduduk Taiwan yang tercatat sebagai Muslim. Angka tersebut diprediksi terus bertambah sekitar 100 orang tiap tahunnya.
Selain sebagai tempat ibadah, Taipei Grand Mosque juga kerap digunakan sebagai tempat berkumpul dan bersilaturahmi masyarakat Muslim Taiwan.
Masjid yang berdiri megah di pusat kota ini awalnya digagas oleh Ketua Asosiasi Muslim Taiwan. Masjid ini dibangun di atas tanah yang didonasikan oleh pemerintah Taiwan. Pembangunannya selesai pada tahun 1960 dan menjadi masjid terbesar dari keenam masjid yang ada di Taiwan.
Taipei Grand Mosque dibangun dengan gaya arsitektur Islam dan Timur Tengah. Bangunannya menempati lahan seluas 2.747 meter persegi. Ruangan-ruangannya terbagi dalam beberapa bagian yang meliputi aula salat, aula resepsi, kantor, perpustakaan, dan ruang bersuci.
Aula salatnya mempunyai lebar dan tinggi sekitar 15 meter. Di bagian sisi masjid terdapat dua buah menara yang ketinggiannya mencapai 20 meter.
Karena kepopuleran masjid ini di kalangan wisatawan, pihak pengelola menyediakan tur bagi siapapun yang ingin mengenal masjid ini lebih dalam. Jadwal tur terbagi menjadi dua, hari Senin dan Selasa khusus bagi pengunjung dari institusi pendidikan.
Sementara untuk pengunjung umum, tur gratis tersedia setiap Jumat dan akhir pekan. Anda yang berminat mengunjungi Taipei Grand Mosque dapat menjangkau masjid ini menggunakan MRT menuju Guting Station. Dari sana, Anda bisa berjalan sekitar 10 menit menuju Xinsheng South Road, Da-an District, lokasi di mana masjid tersebut berada.
(Ism, Dari berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya