Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Taiwan berhasil mencetak rekor 200 hari tanpa kasus Covid-19 yang ditularkan di dalam negeri pada hari Kamis, 29 Oktober 2020. Pencapaian ini semakin mempertegas kesuksesan pulau itu dalam mengendalikan virus bahkan ketika kasus melonjak di bagian lain dunia.
Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan terakhir kali melaporkan kasus domestik pada 12 April. Pejabat CDC mencatat pencapaian tersebut dan berterima kasih kepada publik karena telah berperan aktif, sambil terus mendesak orang-orang untuk memakai masker dan sering mencuci tangan.
Sejak pandemi dimulai, Taiwan telah mencatat 553 kasus Covid-19, dan hanya tujuh kematian. Meskipun telah menghentikan penularan domestik, kasus baru terus tercatat untuk orang yang datang dari luar negeri.
Taiwan dianggap sebagai kisah sukses dalam cara menanggapi pandemi, terutama mengingat hubungan bisnis dan pariwisata yang erat dengan China, tempat virus pertama kali muncul akhir tahun lalu. Namun, pertanyaan tetap ada, apakah pulau itu benar-benar bebas dari virus corona.
Dikutip dari Channel News Asia, Jumat 30 Oktober 2020, media lokal telah mencermati laporan orang-orang yang dites positif Covid-19 setelah meninggalkan Taiwan.

Pihak berwenang mengatakan pada hari Rabu kemarin, 28 Oktober 2020, bahwa mereka menerima pemberitahuan dari otoritas kesehatan Jepang dan Thailand bahwa tiga orang yang baru-baru ini meninggalkan pulau itu dinyatakan positif.
Namun, Taiwan masih tidak diragukan lagi sukses dalam skala global pandemi yang kini telah mencapai lebih dari 44 juta kasus dengan 1,1 juta kematian. Keberhasilannya sebagian telah dikaitkan dengan upaya penelusuran sejak dini.
Pejabat Taiwan memeriksa penumpang dalam penerbangan dari Wuhan, China tempat pandemi dimulai, pada 31 Desember untuk setiap penumpang dengan gejala demam dan pneumonia, menurut sebuah jurnal medis.
Pada 20 Januari, pemerintah secara resmi memprakarsai Pusat Komando Epidemi Pusat untuk mengoordinasikan tanggapan pemerintah antara departemen dan instansi yang berbeda.
Pemerintah juga mengkomunikasikan secara efektif tentang pentingnya memakai masker, sambil mencoba mencegah pembelian barang berlebihan dan permainan harga alat kesehatan serta masker.
Negara ini juga menutup perbatasan, menunda sejumlah penerbangan dari Wuhan sejak 23 Januari 2020, serta melarang warga negara China yang tinggal di Wuhan untuk masuk ke Taiwan.
Tidak hanya itu, Taiwan memiliki aturan ketat karantina 14 hari untuk semua kedatangan, baik warga negaranya ataupun warga negara asing.
Sumber: Channel News Asia
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam