Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mencatat adanya penurunan jumlah kasus aktif Covid-19. Kondisi penanganan pandemi di Indonesia dinilai lebih baik dari rata-rata dunia.
Berdasarkan data per 29 Oktober 2020, jumlah kasus aktif di Indonesia tercatat berjumlah 60.569 kasus atau 14,9 persen. Kondisi ini dinilai sangat baik dibandingkan dengan kasus aktif dunia yang mencapai 24,23 persen.
" Perbedaan angka persentase dengan dunia semakin lebar, di mana jumlah kasus aktif di Indonesia semakin menurun," ungkap Prof. Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, di kanal YouTube BNPB Indonesia.
Sementara itu, jumlah kasus sembuh secara kumulatif pada saat ini mencapai 329.778 atau 81,6 persen. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan presentase rata-rata dunia yaitu 73,12 persen.
Sedangkan jumlah kasus meninggal kumulatif di Indonesia saat ini tercatat 13.701 kasus atau 3,4 persen, dengan rata-rata dunia mencapai 2,63 persen.
Per 29 Oktober 2020 juga terjadi penambahan angka pasien positif Covid-19 sebanyak 3.565 kasus dan pasien sembuh harian 3.985 kasus.
" Jumlah suspek ada 68.888 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak 34.317 spesimen. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 502 kabupaten atau kota," ujarnya.

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober lalu, Wiku berharap momentum ini menjadi pengingat untuk kembali menguatkan semangat persatuan di tengah pandemi.
" Tahun ini mungkin berbeda karena kita berada dalam masa genting yaitu pandemi Covid-19. Lawannya jelas, mereka yang positif harus kita dukung agar dapat segera sembuh," pungkas Wiku.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya