Aksi Gagal Nani Pelaku Sate Sianida, Ubah Penampilan di Hari Balas Dendam

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Selasa, 4 Mei 2021 15:08
Aksi Gagal Nani Pelaku Sate Sianida, Ubah Penampilan di Hari Balas Dendam
Nani yang tiba-tiba memakai jilbab di hari saat beraksi mengindikasikan jika tindakannya mengirimkan sate beracun sianida sudah direncanakan.

Dream – Tindakan Nani Aprilliani, pelaku pengiriman sate beracun untuk membalaskan dendam sakit hatinya membuat masyarakat terkejut. Akibat tindakan itu, sate beracun Nani salah sasaran. Seorang bocah tak bersalah, anak dari driver ojek online yang dititipi paket tersebut menjadi korban meninggal.

Kini Nani akan mempertanggungjawabkan tindakannya itu. Warga Salakan, Bangunrejo, Bantul, Yogyakarta itu sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Wanita berusia 25 tahun tersebut diperlihatkan ke publik saat tampil dengan baju tahanan dan mendapatkan pengamanan ketat dari polisi. Pihak Dirreskrimum Polda DIY menggunakan beberapa barang bukti sebagai petunjuk untuk mengungkap kasus tersebut.

Dari kesemua barang bukti yang sudah ada, pelaku pun tidak bisa mengelak.

Berikut adalah informasi selengkapnya sebagaimana dilansir melalui Merdeka.com.

1 dari 5 halaman

Pengirim Sate Beracun yang Menewaskan Bocah

Bandiman, Driver Ojek Online dan Ayah Korban© Merdeka.com

Peristiwa yang menewaskan seorang bocah berusia 10 tahun itu terjadi pada Minggu, (25/4/2021). Pada awalnya sate tersebut akan dikirimkan pada seorang pria berinisial T melalui seorang pengemudi Ojol bernama Bandiman. Namun, saat itu penerima menolak kiriman sate karena identitas dari pengirim tidak dikenalinya.

Akhirnya sate itu diberikan pada Bandiman agar dibawa pulang saja. Setelah sate tersebut disantap, anak dan istri Bandiman langsung mual-mual dan muntah. Beruntung sang istri masih bisa tertolong, sedangkan sang anak meninggal dunia.

Dari kejadian tersebut pun dilakukan penyelidikan dan ditemukan ada racun berjenis potasium sianida di dalam sate. Diketahui racun itu biasanya digunakan untuk meracuni tikus.

2 dari 5 halaman

Barang Bukti Tak Lazim yang Mengarahkan pada Pelaku

Polisi Menemukan Sejumlah Barang Bukti© Merdeka.com

Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudy Satria mengatakan bahwa telah menerjunkan personel gabungan dari Polsek Sewon, Polres Bantul, dan Polda DIY untuk mengungkap kasus sate beracun tersebut.

Polisi menggunakan keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan identifikasi pada barang bukti yang berupa bungkus sate. Polisi menemukan ada keanehan pada bungkus dan juga waktu jualan sate yang tidak umum. Bungkus itu pun tergolong unik karena tidak seperti bungkus biasanya yang kerap dijual oleh penjual sate.

Kunci pengungkapan itu dari bumbu satenya yang terbilang unik. Bungkus sate warna kuning. Kan jarang itu lalu kami cari. Lontongnya juga dibungkus seperti lopis terus sate yang buka siang hari kan bisa dihitung. Penjual satenya ternyata di sekitar Umbulharjo,” jelas Burkan di Polres Bantul, Senin (3/5).

Burkan juga menambahkan bahwa dalam upaya mengungkap kasus tersebut turut dibantu dengan beberapa rekaman CCTV yang terletak di sejumlah titik. Dari situlah bisa diarahkan siapa sebenarnya terduga pelaku. Untuk menemukan pelaku NA (25), polisi membutuhkan waktu empat hari. NA berhasil diamankan di rumahnya yang ada di Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul pada 30 April.

3 dari 5 halaman

Aksi Nani dengan Terencana

Tersangka NA melakukan aksinya dengan rapi dan terencana. Racun berjenis kalium sianida tersebut dibeli melalui aplikasi jual-beli online pada akhir Maret 2021.

Tidak hanya itu saja, tersangka pun juga sempat membuang jaketnya.

Ya direncanakan. Ini proses yang direncanakan. Dia (tersangka) berganti motor. Dia yang tidak biasanya berjilbab di hari itu berjilbab. Kemudian telah mempersiapkan jaket. Jaketnya ini dibuang,” jelas Burkan.

 

4 dari 5 halaman

Motif Dendam karena Sakit Hati

Pengiriman Satai karena Motif Dendam© Merdeka.com

Pengiriman sate beracun yang dilakukan oleh tersangka NA diketahui karena adanya motif dendam. Sebelumnya, NA pernah menjalin hubungan dengan target sate beracun yang berinisial T. Namun, ia merasa sakit hati setelah T menikah dengan wanita lain.

Motifnya sakit hati. Karena si target menikah dengan orang lain. Bukan dengan tersangka,” kata Burkan.

Melalui keterangan yang diberikan oleh tersangka, niat awalnya hanyalah untuk memberi pelajaran pada T. Namun tak disangka paket sate beracun tersebut salah sasaran dan merenggut seorang anak dari driver ojek online yang mengantarkan sate.

5 dari 5 halaman

Ancaman Hukuman

Tersangka Mendapat Ancaman Hukuman Mati© Liputan6.com

Karena perbuatannya, tersangka NA dijerat dengan beberapa pasal, diantaranya Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana disertai dengan ancaman hukuman mati.

“ Ancaman hukumannya hukuman mati, penjara seumur hidup atau minimal 20 tahun penjara,” jelas Burkan.

 

Beri Komentar