Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Nani Apriliani (Foto: Merdeka.com)
Dream - Nama Nani Apriliani dikenal sebagai sosok berdarah dingin lantaran kasus sate sianida. Dalam peristiwa itu, sate yang telah diracik oleh Nani Apriliani ditunjukkan untuk Aiptu Tomy dan malah menewaskan NF, 10 tahun, anak pengemudi ojek online di Bantul, Yogyakarta.
Nani Apriliani, 25 tahun, merupakan warga Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.
Bagi keluarga dan orang terdekatnya, Nani merupakan sosok yang bertanggung jawab dan merupakan tulang punggung keluarga. Maklum, penghasilan keluarganya hanya mengandalkan penjualan mainan.
Nani diketahui sudah lama tidak menetap bersama keluarganya. Ia diketahui sudah merantau sejak lulus dari bangku SMP dan bekerja di Bantul sebagai penjaga warung makan (Warteg) sejak 2014 lalu.
“ Ada sekitar 8 tahun ini di sana. Dia ikut merantau di sana bersama temannya yang mengajak menjadi pelayan rumah makan sejak lulus SMP,” ungkap ayah Nani, MA, 45 tahun.
Terakhir bertemu dengan keluarga yakni saat sebelum puasa lalu. Kepulangannya ke kampung halaman pun hanya tiga hari karena Nani mengaku tidak bisa cuti lama.
“ Setelah itu balik lagi ke Bantul,” tutur MA.
Selama di rumah, keluarga pun tidak menyadari ada kejanggalan ataupun gelagat aneh yang ditunjukkan Nani. Apalagi selama ini, ia merupakan sosok yang pendiam dan tertutup.
“ Pas pulang itu lebih banyak diam di rumah saja,” ujarnya.
Soal berkomunikasi dengan keluarga, Nana hanya berbicara seperlunya. Karena itu, pihak keluarga tidak mengetahui sama sekali soal kisah asmaranya ataupun kejadian yang tengah ia alami di Bantul.
" Ngobrol dengan kami (keluarga) hanya satu jam. Jadi tertutup dan tidak sempat ngobrol apapun, apalgi sama tetangga di sini sangat jarang," ujarnya.
Pihak keluarga hanya tahu Nani akan kembali pulang ke kampung halaman pada lebaran mendatang.
Saat kabar Nani mencuat di berita, pihak keluarga mengaku syok. Mereka tidak menyangka bahwa Nani ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan sate sianida di Bantul. Di mata keluarga, Nani bukanlah sosok yang seperti diberitakan.
Saat ini, keluarga hanya bisa pasrah srta menyerahkan dan menghormati proses hukum yang tengah berlangsung. Akan tetapi, keluarga berharap akan adanya keringan hukum atas perbuatan Nani.
“ Kami berharap sekali ada keringanan. Orang tua mana yang tidak syok melihat anaknya seperti itu,” tandasnya.
Sumber: pojoksatu.id
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

