12 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan, Wajib Diketahui

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Kamis, 6 Mei 2021 07:05
12 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan, Wajib Diketahui
Berikut informasinya

Dream - Dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadan ternyata ada beberapa perbuatan yang membuat puasa kita batal lho.

Otomatis perbuatan akan merusak nilai pahala puasa. Puasa Ramadan yang dilakukan bahkan tidak sah dan tidak akan mendapatkan pahala sedikitpun.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bahkan mengatakan puasa Ramadan yang demikian itu adalah puasa yang sia-sia.

" Banyak dari orang-orang yang berpuasa tapi tidak memperoleh hasil dari puasanya melainkan lapar dan dahaga saja."

Wah sayang banget dong ya kalau cuma dapat lapar sama haus aja. Karena kita baru saja memasuki awal puasa Ramadan, ada baiknya Sahabat Dream ikut menyimak dan mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa Ramadan.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah 12 hal yang membatalkan puasa Ramadan.

1 dari 8 halaman

Hal-hal yang Membatalkan Puasa Ramadan

Makan dan Minum Bisa Membatalkan Puasa© Pixabay.com

1. Makan dan Minum dengan Sengaja

Kalau yang satu ini, pasti sudah otomatis batal ya , Sahabat Dream. Makan dan minum dengan sengaja adalah salah satu hal yang membatalkan puasa Ramadan kita.

Namun, ada kalanya kita merasa lupa sedang puasa, kemudian tak sengaja makan atau minum. Nah, kalau kondisinya begitu puasanya tidak batal.

Dengan syarat kita langsung berhenti makan dan minum begitu kita ingat, dengan begitu kita bisa melanjutkan puasa kita.

 

2.Berhubungan Suami Istri di Siang Hari

Dalam keadaan berpuasa, bersetubuh atau berhubungan suami istri di siang hari menjadi hal yang membatallkan puasa seseorang.

Jika saat itu sedang melaksanakan puasa Ramadan, maka wajib hukumnya untuk mengganti puasa tersebut di lain hari.

Namun, jika kedua pasangan berhubungan suami istri pada malam hari (sesudah berbuka puasa) maka tidak akan merusak puasa.

 

2 dari 8 halaman

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan

stop merokok© Ilustrasi foto : liputan6.com

3. Muntah dengan Sengaja

Muntah dengan sengaja yang dimaksud adalah dengan keadaan sadar dan sengaja mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut. Muntah dengan sengaja adalah salah satu hal yang membatalkan puasa seseorang.

Sedangkan jika seseorang tidak sengaja muntah (sama sekali tak ada niatan untuk memuntahkan sesuatu dari mulut), maka hal tersebut tidak membatalkan puasa.

 

4. Merokok saat Puasa

Merokok adalah salah satu hal yang membatalkan puasa.

Walaupun tidak makan dan minum, merokok saat puasa akan membuatmu batal puasa. Asap rokok merupakan benda yang bisa masuk ke dalam lambung. Sehingga perbuatan tersebut membatalkan puasa.

Bukan hanya saat puasa Ramadan saja, merokok saat menjalankan puasa lainnya juga bisa membatalkan puasa.

 

 

 

3 dari 8 halaman

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan

4 Cara Agar Makan Lebih Sedikit© MEN

5. Sikat Gigi saat Berpuasa


Hukum sikat gigi saat berpuasa sebenarnya masih jadi perdebatan para ulama.

Sebagian ulama memiliki pemikiran yang berbeda. Bau mulut memang menjadi masalah utama pada saat puasa Ramadan.

Beberapa ulama menyebutkan sikat gigi saat puasa adalah hal yang makruh dan bisa membatalkan puasa, apalagi kalau dilakukan setelah waktu dzuhur.

 

6. Memasukkan Suatu Benda ke Bagian Tubuh yang Berlubang Secara Sengaja

Hal yang membatalkan puasa juga adalah ketika memasukkan benda ke bagian tubuh yang berlubang secara sengaja.

Bagian tubuh yang berlubang itu seperti hidung, kedua telinga, mulut, qubul dan dubur pria maupun wanita. Yang termasuk kategori sengaja yaitu ceroboh. Contohnya, ketika sedang puasa tapi malah berenang.

4 dari 8 halaman

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan

Bayi dan Epilepsi© © 2019 https://www.dream.co.id

7. Hilang Akal (Karena Gila atau Epilepsi)

Sebagai syarat orang yang wajib berpuasa Ramadan adalah orang yang berakal. Tentunya, jika orang tersebut gila atau menderita epilepsi tidak diwajibkan untuk puasa Ramadhan.

Jika seseorang memiliki gangguan kejiwaan secara tiba-tiba, dan sedang berpuasa, maka puasanya dianggap batal.

 

8. Memakan Suatu Benda 

Memasukkan sesuatu ke dalam mulut, baik mengenyangkan atau tidak (seperti dengan sengaja menelan batu kecil, potongan kulit, adonan terigu, obat-obatan, atau pil), juga menjadi hal yang  membatalkan puasa.

 

9. Mengeluarkan Air Mani Secara Sengaja

Pria yang mengeluarkan air mani dengan sengaja (ejakulasi), puasanya menjadi batal dan wajib untuk mengganti (qadha) puasanya di hari lain.

5 dari 8 halaman

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan

penyebab nyeri haid normal tidak normal© MEN

10. Haid dan nifas

Wanita yang datang bulan atau sedang haid, puasanya akan batal. Sekalipun haid datang di akhir siang atau menjelang waktu berbuka puasa, maka puasa yang sebelumnya dilakukan akan batal. Termasuk wanita yang kedatangan nifas, maka puasanya akan batal.

11. Berniat berbuka puasa

Secara sengaja memiliki niat untuk berbuka puasa padahal belum masuk waktu buka, maka puasanya bisa batal. Bahkan sekalipun itu hanya niat dan belum makan atau minum apapun, puasa bisa batal.

Kenapa? Karena niat adalah rukun puasa. Penting sekali untuk menjaga niat puasa selama Ramadan tahun ini agar bisa melaksanakan puasa sebulan penuh.

12. Murtad (keluar) dari Islam

Seseorang yang tadinya muslim lalu murtad atau keluar dari Islam secara sadar dan sengaja, maka puasanya dianggap batal.

6 dari 8 halaman

Hal yang Menghilangkan Pahala Puasa

Hindari Kesalahan Orangtua yang Kerap Memicu Anak Berbohong© MEN

Meski beberapa hal dibawah ini tidak membatalkan puasa, namun, perbuatan tersebut akan menghilangkan pahala puasa Ramadan kita.

  1. Berbohong atau mengucapkan kata-kata dusta
  2. Bergunjing (membicarakan kejelekan orang lain), mengadu domba, dan lain-lain
  3. Mengucapkan kata-kata yang tidak membawa manfaat
  4. Memberikan kesaksian palsu
  5. Mengucapkan kata-kata kotor
  6. Mengucapkan kata-kata hasut yang merugikan orang lain
  7. Melihat perempuan lalu timbul nafsu
  8. Melakukan pencurian dan sebagainya
  9. Mencium perempuan yang bukan mahram

 

Demikian beberapa hal yang perlu dihindari agar tidak membatalkan puasa. Semoga kita semua diberikan kelancaran dan kemudahan untuk menjalankan ibadah puasa tahun ini. Aamiin.

7 dari 8 halaman

Hukum Orang Yang Membatalkan Puasa Dengan Sengaja

 

Barangsiapa membatalkan puasa dengan sengaja pada siang hari di bulan Ramadan tanpa alasan yang dibenarkan syari’at, maka dia telah melakukan kesalahan atas hak dirinya sendiri dan juga hak masyarakatnya.

Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyalalhu anhu secara marfu’:  “ …Barangsiapa membatalkan puasa satu hari dari bulan Ramadhan tanpa alasan dan juga bukan karena sakit, maka dia tidak dapat menggantinya dengan puasa dahr (terus-menerus) meskipun dia melakukannya….”

Dan juga hadits yang diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, dia berkata: Barangsiapa tidak berpuasa satu hari di bulan Ramadan tanpa alasan, maka tidak dibolehkan baginya mengerjakan puasa dahr sehingga dia menemui Allah. Jika Allah berkehendak, Dia akan memberikan ampunan kepadanya dan jika Allah berkehendak, Dia akan mengadzabnya.”

8 dari 8 halaman

Denda Bagi Muslim Yang Berhubungan Seks Saat Puasa Ramadan

Orang yang sengaja merusak puasanya di bulan Ramadan dengan senggama atau hubungan seksual, wajib menjalankan kifarah ‘udhma (kafarat besar), dengan urutan kafarat (denda) sebagai berikut.

  1. Ia harus memerdekakan hamba sahaya perempuan yang beriman, tak boleh yang lain. Sahaya itu juga harus bebas dari cacat yang mengganggu kinerjanya.
  2. Jika tidak mampu, ia harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut.
  3. Jika tidak mampu, ia harus memberi makanan kepada 60 orang miskin, masing-masing sebanyak satu mud (kurang lebih sepertiga liter beras).

Kafarat di atas berdasarkan hadits sahih berikut ini:

" Abu Hurairah meriwayatkan, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah lantas berkata, Celakalah aku! Aku mencampuri istriku (siang hari) di bulan Ramadan. Beliau bersabda, 'Merdekakanlah seorang hamba sahaya perempuan.” Dijawab oleh laki-laki itu, “ Aku tidak mampu.” Beliau kembali bersabda, “ Berpuasalah selama dua bulan berturut-turut.” Dijawab lagi oleh laki-laki itu, “ Aku tak mampu.” Beliau kembali bersabda, “ Berikanlah makanan kepada enam puluh orang miskin,” (HR. Bukhari)."

Atas dasar itu pula, para ulama fiqih—terutama ulama fiqih Syafi‘i—sepakat untuk menetapkan kafarat tersebut. Antara lain yang dilakukan Syekh Salim ibn Sumair al-Hadhrami dalam kitabnya Safînah al-Najâh, (Terbitan Darul Ihya, Cetakan pertama, Tanpa tahun, halaman 112), sebagaimana petikan berikut:

“ Selain qadha, juga wajib kifarah ‘udhma disertai ta‘zir bagi orang yang merusak puasanya di bulan Ramadan sehari penuh dengan senggama yang sesungguhnya dan dengan senggama itu pelakunya berdosa karena puasanya.”

 

(Sumber: Liputan6.com dan berbagai sumber lainnya)

 

 

Beri Komentar