Sosok Habib Saggaf Aljufri, Ulama yang Kepergiannya Ditangisi Warga se-Palu

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 4 Agustus 2021 15:30
Sosok Habib Saggaf Aljufri, Ulama yang Kepergiannya Ditangisi Warga se-Palu
Habbib Saggaf dekat dengan semua pihak dan sering didatangi tokoh politik nasional untuk berbincang mengenai keadaan bangsa.

Dream - Dunia dakwah Indonesia kembali berduka. Sosok pendakwah terkemuka, Habib Saggaf Aljufri, wafat pada Selasa, 3 Agustus 2021 sekitar pukul 15.50 WITA di Rumah Sakit Alkhairaat Palu, Sulawesi Tengah.

Ulama dengan nama lengkap Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri merupakan tokoh panutan asal Palu. Mendiang lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 17 Agustus 1937, dan merupakan cucu dari pendiri organisasi Alkhairaat, Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri.

Habib Saggaf merupakan tokoh yang sangat disegani baik dalam dunia dakwah maupun kenegaraan. Dia tidak hanya berkiprah menyebarkan Islam namun juga pernah terjun dalam dunia politik serta dekat dengan banyak tokoh nasional.

 

1 dari 2 halaman

Menimba Ilmu di Muallimin dan Al Azhar Mesir

Habib Saggaf menimba ilmu di Muallimin Alkhairaat mulai tingkat dasar hingga atas. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, pada 1959.

Meraih gelar Sarjana pada 1963, beliau meneruskan pendidikan ke jenjang Strata 2 juga di Universitas Al Azhar Kairo dan lulus pada 1967.

Usai lulus, Habib Saggaf memutuskan pulang dan membaktikan diri di Alkhairaat. Beliau aktif berdakwah ke seluruh penjuru Tanah Air.

Semasa hidup, Habib Saggaf pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulteng. Juga pernah menjadi anggota MPR mewakili Sulteng.

2 dari 2 halaman

Duka Palu

Kepergian Habib Saggaf menjadi duka tersendiri bagi masyarakat Palu. Bahkan, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menginstruksikan masyarakat Palu untuk mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang untuk mengenang jasa ulama panutan ini.

" Saya segera menginstruksikan para camat dan lurah agar mengumumkan kepada masyarakat untuk menaikkan Bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa-jasa Beliau," kata Hadianto.

Hadianto mengatakan ulama yang juga Ketua Utama Alkhairaat itu berjasa besar terhadap Negara. Habib Saggaf aktif membantu Pemerintah menjaga kedamaian dan keharmonisan antarumat beragama.

" Habib Sayyid Saggaf selama ini sangat konsisten memperjuangkan hal-hal yang bersifat keumatan dan Alkhairaat adalah tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun umat," ucap dia, dikutip dari Merdeka.com.

Beri Komentar