Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Patung Erdogan Di Wiesbaden, Jerman (theguardian.co.uk)
Dream - Pemerintah kota Wiesbaden, Hesse, Jerman, memutuskan memindahkan patung Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan dari alun-alun kota pada Rabu, 29 Agustus 2018 dini hari waktu setempat.
Keputusan memindahkan patung itu hampir memicu konfrontasi antara pendukung dan penentang Erdogan di kota itu.
" Sesuai kesepakatan dengan kepolisian negara bagian, Walikota Sven Gerich memutuskan untuk memindahkan patung itu dengan alasan keamanan yang sudah tidak bisa dijamin," demikian pernyataan pemerintah kota Wiesbaden melalui Twitter.
Dikutip dari Channel News Asia, petugas pemadam kebakaran tiba di alun-alun kota pada tengah malam. Mereka menggunakan alat berat untuk mengangkat patung emas Erdogan setinggi empat meter dan memindahkannya dari German Unity Square.
Patung itu dipajang di tempat tersebut sejak Senin, 27 Agustus 2018 sebagai salah satu karya seni yang dipamerkan dalam festival seni Wiesbaden's Biennale.
Panitia sengaja memajang patung itu dengan harapan dapat memicu adanya perdebatan publik yang relevan dengan tema tahun acara tahun ini yaitu 'kabar buruk'.
Sejak percobaan kudeta gagal pada 2016 lalu di Ankara, Erdogan semakin keras pada lawan politiknya maupun wartawan termasuk kepada sebagian warga negara Jerman di Turki. Jerman sendiri merupakan negara yang banyak dihuni imigran asal Turki.
Para penentang menyebut patung Erdogan yang sedang menunjuk itu dengan istilah 'Hitlernya Turki'.
" Suasana yang sedikit agresif berkembang," kata juru bicara kepolisian mengatakan kepada kantor berita DPA.
Sementara kanselir kota, Oliver Franz mengatakan kepada koran Wiesbadener Kurier konfrontasi verbal mulai meningkat menjadi pertikaian. " Senjata tajam terlihat di lokasi," kata Franz.
Kepala teater kota Wiesbaden, Eric Laufenberg, mengatakan tujuan pemasangan patung itu adalah sebagai bahan diskusi mengenai demokrasi.
" Dalam demokrasi, kita harus menerima segala macam pendapat," kata Laufenberg.
Tetapi bagi Emil Saenze, politisi partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) mengecam langkah Laufenberg. Dia menyebut pemasangan patung itu merupakan kebodohan dari para penyelenggara.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya