Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Seafood (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Seorang pria 71 tahun asal Korea Selatan harus kehilangan tangan kirinya. Penyebabnya, dia mengonsumsi seafood mentah.
Dalam waktu 12 jam usai makan, pria ini mengalami rasa sakit yang luar biasa. Kemudian, tangan kirinya membengkak. Kasus ini dimuat dalam artikel di The New England Journal of Medicine.
Pria itu kemudian dilarikan ke rumah sakit di Jeonju. Setelah diperiksa, dia menderita infeksi yang disebabkan bakteri Vibrio vulnificus.

Tangan pria itu melepuh, menimbulkan semacam kantong berisi darah kotor dengan ukuran 3,5x4,5 cm. Pembengkakan juga terjadi pada punggung telapak tangan dan lengan bawah.
Dokter segera melakukan operasi darurat untuk menyelamatkan nyawa pria itu. Dokter membuka bagian tangan yang bengkak lalu mengeringkannya dari cairan darah.
Setelah operasi, pasien diobati dengan antibiotik. Sayangnya, justru muncul bisul pada kulit pria itu setelah 25 hari.

Akhirnya dokter memutuskan untuk mengamputasi lengan pria tersebut. Setelah itu, barulah kondisi pria tersebut membaik dan diizinkan pulang.
Karena juga memiliki riwayat diabetes, hipertensi, dan gagal ginjal, proses pemulihan pria tersebut berjalan lebih lambat.
Dream - Infeksi Vibrio vulnificus menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di Korea Selatan dan Taiwan. Kasus ini biasanya terjadi pada Juni dan September tiap tahun menurut laporan jurnal The Korean Journal of Internal Medicine.
Para pasien di negara ini juga dilaporkan kerap mengalami septicemia, yang juga dikenal dengan keracunan darah karena mengonsumsi seafood mentah atau yang telah terkontaminasi.
Bisa juga karena ada luka terbuka lalu terkena air laut yang tercemar.
Mereka memiliki kondisi medis yang membahayakan sistem kekebalan tubuh. Juga berisiko tinggi terinfeksi dan komplikasi.
(ism, Sumber: Asia One)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
