Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aco Mencari Keberadaan Jasad Istrinya (Foto: ACT/Shulhan S. Rijal)
Dream - Sore itu, Aco (22), berjalan menunduk. Menyusuri gundukan tanah. Bekas Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah.
Matanya tajam. Mencari motor matic miliknya. Atau serpihannya. Baginya, motor itu menyimpan pertanda. Keberadaan perempuan yang dia sayangi: Elisa, 22 tahun. Istrinya.
“ Hanya sepeda motor itu satu-satunya tanda. Kalau bekas-bekas motor matic itu ketemu, besar kemungkinan ada jasad istri saya di dekatnya,” ujar Aco.
Lekat dalam bayangan Aco pada peristiwa nahas yang menimpa seluruh Perumnas Balaroa, Jumat 28 September 2018. Elisa mengendarai sepeda motor. Menyusuri jalan-jalan kecil Perumnas Balaroa. Aco menunggu kedatangan Elisa di dalam rumah. Sembari, menanti azan Maghrib tiba.
Tetapi, suara gemuruh itu muncul. Melipat permukaan tanah ke sisi dalam. “ Rumah saya bergerak mengikuti gemuruh tanah,” ujar Aco.
Aco menaiki genting rumah. Menyelamatkan diri. Tapi, tanah yang melipat itu menenggelamkan kesedihan. Istrinya ditelan tanah.

Aco terus mencari. Meski tanah dan segala yang tegak di atasnya sudah berubah posisi.
Asfan, tetangga Aco, mengira-ira dampak likuifaksi. “ Rumah saya terseret puluhan meter. Masjid Daarul Muttaqien yang tersisa tinggal menaranya ini juga pindah jauh dari posisi aslinya,” ucap Asfan.
Aco berjibaku bersama Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT). Evakuasi dilanjutkan di Perumnas Balaroa.
“ Kalau pemerintah daerah meminta kita untuk membantu melanjutkan pencarian korban di sana, kita akan lakukan. Kalau tidak, maka kami akan hentikan," kata General Manager Komunikasi ACT, Lukman Aziz, Jumat, 12 Oktober 2018.

Di hari ini, masa pencarian mendekati akhir. Komandan Regu Tim Emergency Response ACT, Tejo Kuntoro, menyebut standar operasional tim Search and Rescue (SAR), pencarian korban sepuluh hari.
" Sesuai prosedur standar unsur SAR yang bertugas di lokasi bencana Kota Palu, pencarian korban bencana berlangsung selama tujuh hari dengan perpanjangan tiga hari," kata Tejo.
Kini, bertaruh harap. Jasad sang istri ditemukannya. Inginnya satu. Mengebumikan jasad sang istri dengan layak.
“ Saya yakin, istri saya masih bisa ditemukan. Apapun kondisinya, saya ingin memakamkan istri dengan cara terbaik,” kata Aco menahan air mata.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya