Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Suasana Menjelang Pemilihan Rais Aam (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Dream - Arena Muktamar Nahdatul Ulama (NU) yang sempat mengalami kendala dan ricuh mengenai sistem model pemilihan Rais Aam, akhirnya dapat terselesaikan. Dengan menggunakan voting, muktamirin yang hadir akhirnya sepakat menggunakan sistem Ahlul Halli wal Adqi (AHWA) atau musyarawarah untuk mufakat yang sempat diprotes.
Dari hasil voting yang dilakukan, sejumlah 252 orang setuju menggunakan sistem AHWA, tidak setuju 232 orang, dan abstain 9 suara. Voting sendiri dilakukan secara terbuka sehingga seluruh peserta untuk mengetahui pilihan dari masing-masing cabang dan wilayah. Cara ini dilakukan karena ada beberapa Pengurus Wakil Nahdatul Ulama (PWNU) yang dominan setuju AHWA tetapi ada juga yang setuju sistem pemilihan langsung.
PWNU Papua, menurut pantauan muktamarnu.com, misalnya, meminta menggunakan sistem noken. Sistem pemilihan khas masyarakat Papua tersebut menempatkan persetujuan seluruh cabang dengan diwakilkan oleh pengurus wilayah.
Akhirnya 30 suara dari PWNU Papua setuju menggunakan sistem AHWA. NU Wilayah Yogyakarta secara kompak juga setuju dengan AHWA sementara PWNU Jatim suaranya terbagi antara AHWA dan pemilihan langsung. Wilayah dan Cabang di Sulawesi Selatan didominasi oleh mereka yang berkeinginan dengan sistem pemilihan langsung.
Hasil keputusan tersebut akan telah diplenokan pada Selasa, 4 Agustus 2015. Sembilan orang yang nantinya terpilih menjadi anggota AHWA akan menentukan siapa Rais Aam yang akan memimpin PBNU periode 2015-2020.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya