Geger Hacker Bisnis Jua Beli Kartu ATM `Palsu`

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 25 Agustus 2015 09:00
Geger Hacker Bisnis Jua Beli Kartu ATM `Palsu`
Bukan kartunya, namun data pemiliknya yang dipalsukan. Si pembeli kartu dari hacker bisa seenaknya menggasak uang nasabah.

Dream - Aksi para peretas (hacker) kini makin mengkhawatirkan. Tak hanya membobol uang nasabah, hacker kini juga berbisnis jual beli kartu ATM palsu.

Para peretas dilaporkan telah mencetak ulang kartu ATM dengan memasukan data nasabah yang diperolehnya dengan cara menerobos data nasabah. Dari luar negeri, para peretas kemudian menjual kartu ATM palsu yang telah berisi PIN tersebut.

Alhasil, pelaku kejahatan yang membeli kartu ATM tersebut bisa menggasak uang milik nasabah yang datanya telah dicuri.

Modus baru pencurian uang lewat ATM Palsu ini terendus setelah pihak Kepolisian Polda Metro Jaya menangkap sindikat pembobol ATM.

Lewat akun Facebooknya, Humas Polda Metrojaya melaporkan telah membongkar sindikat pembobol kartu ATM milik nasabah bank swasta.

Tak hanya dibobol sendiri, para hacker kini juga melakukan modus jual beli data dan PIN melalui situs internet.

Yang mengejutkan, salah satu tersangka melakukan aksinya saat masih mendekam di dalam penjara.

" Seorang tersangka E alias ES melakukan aksi kejahatannya saat mendekam di LP Cipinang," kata Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto seperti dikutip Dream dari akun Humas Polda Metrojaya, Selasa, 24 Agustus 2015.

Polisi meringkus lima tersangka, yakni E alias ES, AG alias A dan YWR alias JT, MFH dan S di tempat yang berbeda di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Kepala Unit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Teuku Khadafi, menjelaskan, tersangka E membeli kartu dan PIN yang telah dimasukkan ke kartu ATM palsu melalui tiga website.

" Saat mendekam di LP Cipinang, E membeli data nasabah melalui tiga website menggunakan fasilitas internet telepon selular," ujar Kompol Arsya.

Penjual kartu ATM palsu itu mengirimkan PIN dan kartu ATM palsu yang telah dicetak atas nama nasabah bank ke kantor Pos. Selanjutnya E menyuruh temannya mengambil kiriman paket itu.

Usai menerima kartu ATM palsu itu, E juga menyuruh temannya membeli sejumlah telepon selular menggunakan kartu tersebut.

Beri Komentar
Smartfren Presents Milenial Males Jadi Miliuner Series Eps 2 - Ngebet Viral