Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Sebuah video mencengangkan beredar di dunia maya. Video itu menampilkan ilmuwan Wuhan yang dilengkapi alat pelindung diri digigit kelelawar, dua tahun sebelum pandemi virus corona terjadi.
Menurut laman Daily Star, video yang dibuat oada 2017 itu menampilkan ilmuwan Shi Zhengli, yang dijuluki " Batwoman" , bersama timnya sedang mencoba mencari tahu lebih banyak tentang virus SARS.
Ilmuwan dalam video itu disebut 'lalai' karena dalam video itu mereka terlihat tidak menderapkan protokol yang ketat. Apalagi, kelelawar diyakini sebagai salah satu kemungkinan sumber virus.
Dalam salah satu frame video, para ilmuwan terlihat memegang kelelawar dengan tangan kosong. Pada foto lain, mereka terlihat mengambil kotoran kelelawar saat mengenakan kaus lengan pendek.
Sementara beberapa ilmuwan terlihat mengenakan pakaian hazmat saat menangani kelelawar, yang lain berdiri sambil menembak tanpa mengenakan pelindung sama sekali.
Dalam video itu pula terlihat suasana laboratorium. Di lab itu, ada dua ilmuwan terlihat menangani sampel yang diduga dari 'tiga virus hidup', tetapi tidak ada yang memakai masker.
Peneliti virus, Cui Jie, ingat pernah digigit kelelawar. Dia merasa gigitan itu seperti 'ditusuk dengan jarum' saat giginya menembus sarung tangannya. Saat video diperbesar, terlihat pembengkakan pada bagian yang digigit.
Menurut The Taiwan Times, orang yang disebut Batwoman itu sebelumnya sesumbar bahwa pekerjaannya 'tidak seberbahaya yang dipikirkan semua orang'.
Klaim tersebut dibuat dalam sebuah artikel di China Science Exploration Center, yang sekarang telah dihapus.
Dalam artikel yang sama, dia mengklaim bahwa 'sangat kecil' kemungkinan kelelawar menularkan virus ke manusia.
Sekarang ada seruan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menanyai tim tersebut selama perjalanan investigasi yang akan datang ke Wuhan, karena kekhawatiran telah muncul tentang praktik laboratorium.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya