Heboh Google Hapus Palestina dari Peta Dunia

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 8 Agustus 2016 13:42
Heboh Google Hapus Palestina dari Peta Dunia
Para netizen marah dan membuat petisi online mendesak Google mencantumkan Palestina dalam Google Maps.

Dream - Raksasa internet Google menghapus Palestina dalam peta yang disediakan melalui aplikasi Google Maps. Pada tampilan aplikasi tersebut hanya memuat kata Israel.

Saat Anda mencari Palestina di Google Maps, maka yang muncul adalah peta buta Israel, yang ditandai dengan eilayah Gaza, Judea, dan Samaria.

Hal ini memicu kemarahan para netizen dan memunculkan petisi online yang mendesak Google mencantumkan Palestina. Hingga kini, petisi ini sudah mendapat 120.000 tandatangan sebagai bentuk dukungan.

Petisi ini menyebut penghapusan kata Palestina di Google Maps sebagai 'penghinaan pedih'. " Apakah disengaja atau Google yang membuat sendiri dan terlibat dengan upaya penghapusan etnis oleh pemerintah Israel terhadap Palestina," bunyi petisi itu.

Zak Martin, pembuat petisi tersebut, mendesak Google untuk mengakui Palestina dalam Google Maps. Sejumlah pengguna Twitter mempertanyakan mengapa setiap kali mencari Palestina malah tidak muncul.

Salah satu pengguna Twitter menulis, " Mengapa Palestina dihapus dari Google Map!!!"

Sumber: dailystar.co.uk

1 dari 4 halaman

`Israel Persulit Nelayan Gaza, Allah Kirim 100 Hiu`

Dream - Hanya dua kilometer dari selatan kota Khan Younis di pantai Jalur Gaza, nelayan Fouad Amoudi melihat gerakan aneh berupa gelombang air laut berwarna putih yang ternyata adalah sekawanan hiu yang tengah lewat.

" Saya segera memanggil beberapa teman dan bergegas untuk menangkap rejeki berharga yang dikirim Allah," kata Amoudi kepada Xinhua dengan senyum lebar di wajahnya dikutip Dream.co.id, Senin 20 April 2015

Menurutnya, bukan pekerjaan mudah untuk menangkap sejumlah besar hiu tersebut.

Amoudi dan lima nelayan lainnya mengambil perahu dan jaring tradisional mereka dan berlayar sejauh dua kilometer ke laut, untuk menangkap hiu sebanyak-banyaknya.

Saking banyaknya, Amoudi dan rekan-rekannya terpaksa memanggil puluhan nelayan lainnya untuk membantu mereka.

Beberapa lama kemudian, Amoudi dan rekan-rekannya berhasil menangkap sampai 100 ekor hiu, yang masing-masing beratnya berkisar antara 50 sampai 100 kilogram.

" Meskipun kami tidak memiliki kapal ikan besar dan kekurangan alat, kami akhirnya berhasil menangkap sejumlah besar hiu," kata Amoudi.

" Israel telah menutup jalur laut, tapi Allah mengirimkan rezeki kepada kami untuk anak-anak kami."

Israel memberlakukan blokade baik di udara dan darat di Jalur Gaza setelah Hamas menguasai Jalur Gaza yang miskin sejak tahun 2007. Tentara Israel mengobarkan perang sebanyak tiga kali di wilayah tersebut pada tahun 2009, 2012 dan 2014.

Sebelum Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di daerah Jalur Gaza pada musim panas tahun lalu, warga diperbolehkan menangkap ikan di laut dengan luas enam mil. Namun saat perang berlangsung, luas tangkapan semakin dikurangi menjadi hanya tiga mil.

Setelah gencatan senjata yang ditengahi Mesir dicapai pada tahun 2014, Israel mengembalikan daerah penangkapan ikan menjadi enam mil lagi.

" Meski sudah gencatan senjata dan membiarkan kami melaut seluas enam mil seperti sebelumnya, angkatan laut Israel tidak pernah berhenti mengejar kapal kami. Mereka menembaki kami hingga banyak nelayan yang tewas atau terluka. Kadang-kadang mereka juga menangkap dan merusak kapal kami," keluh Amoudi.

Tidak hanya Amoudi, tetapi juga 3.000 nelayan di sepanjang garis pantai Jalur Gaza berharap Israel menghentikan serangan terhadap nelayan dan memperluas daerah penangkapan sampai 20 mil seperti dulu sebelum pecahnya Intifada kedua pada akhir September 2000.

" Kami berharap pendudukan Israel ini akan berakhir suatu hari dan semua nelayan bisa melaut dengan wilayah yang lebih luas dan juga bisa menyelam," kata Mahmoud, seorang nelayan teman Amoudi.

Dia menambahkan ratusan hiu yang berhasil dia tangkap bersama rekan-rekan yang lain bisa memenuhi kebutuhan makan ratusan keluarga.

Penangkapan ratusan ikan hiu tersebut menghebohkan Jalur Gaza. Nizar Ayyash, Ketua Serikat Nelayan Jalur Gaza mengatakan, fenomena ratusan ikan hiu berada di perairan pantai Jalur Gaza adalah peristiwa alami biasa.

" Ini adalah kondisi yang normal. Setiap tahun, mulai akhir Maret hingga awal April, hiu dan banyak ikan lainnya datang untuk kawin dekat pantai, dan kemudian saat musim berakhir mereka akan menghilang dari pantai Gaza," kata Ayyash. (Ism) 

 

2 dari 4 halaman

Lagu Perjuangan Pemuda Palestina Jebolan `Arab Idol`

Dream - Penyanyi jebolan Arab Idol, Muhammad Assaf merilis lagu terbarunya berjudul 'Raise Your Head High'. Single yang dirilis Kamis pekan lalu itu sengaja dibuat sebagai bentuk semangat dan solidaritas untuk warga di kampung halamannya, Palestina.

Assaf memang tumbuh di Jalur Gaza, Palestina. Sebelum ikut kontes Arab Idol, pria berusia 24 tahun itu dulunya adalah artis kampung. Dia bernyanyi di setiap pesta pernikahan di Gaza. Dari kantung pengungsian satu ke kantung lainnya.

Kata Assaf, lagu 'Raise Your Kepala High' memiliki pesan agar warga Palestina untuk tetap tegar dalam menghadapi agresi Israel yang dilakukan secara brutal.

" Angkat kepala Anda tinggi, itu adalah senjata Anda," demikian rilik lagu itu. Lagu yang dirilis 17 Juli 2014, telah ditonton hampir setengah juta pengguna YouTube.

 

 

3 dari 4 halaman

Heboh Foto Bocah Palestina Salat di Depan Tentara Israel

Dream - Agresi militer tentara Israel ke Jalur Gaza makin brutal. Sejak melakukan penyerangan selama dua pekan lebih, mereka sudah menghancurkan belasan masjid di sana.

Meski digempur terus-terusan siang dan malam dengan roket, warga Palestina tetap berusaha tegar. Di kondisi serba sulit dan mencekam tidak menyurutkan mereka untuk tetap pergi ke masjid melakukan ibadah salat.

Terlihat dari sebuah postingan foto akun Twitter @Quran_Message, di mana seorang bocah laki-laki yang sedang salat membelakangi tentara Israel. Itu dilakukan setelah tentara Israel memblokade si bocah yang ingin menunaikan salat di Masjid Al Aqsa.

Dalam keterangan di akun Twitter @Quran_Message bertuliskan " Tentara Israel memblokade bocah laki-laki ini yang ingin menunaikan salat di Masjid Al Aqsa. Jadi, ia salat di depan para tentara Israel #FreePalestina #FREEGAZA" .

Dalam foto itu si bocah laki-laki yang tidak diketahui namanya mengenakan kaus warna biru dan celana jeans. Ia terlihat sedang khusyuk salat dengan sajadah warna dasar merah di hadapannya.

Dibelakang bocah tersebut terlihat sekitar 15 orang tentara Israel sedang berdiri berbaris. Mereka mengenakan rompi, helm, tameng dan senjata di tangan.

Postingan foto ini langsung mendapatkan respon dari pengguna Twitter. Banyak mereka yang menyampaikan rasa simpatik dan dukungan ke si bocah serta warga Palestina. Mereka juga mengecam keras agresi yang dilakukan tentara Israel. (Anda mendukung sikap berani ini, klik di sini)

Namun hingga kini belum diketahui secara detail apakah foto tersebut sesuai fakta atau hanya editan semata. Hanya saja, di sudut foto terdapat tulisan nama Ahmad Gharabli via Getty Images. 

4 dari 4 halaman

Tentara Israel Frustasi Hadapi Pejuang Palestina

Dream - Komandan senior di Angkatan Udara Israel mengaku frustasi untuk menghabisi peluncur-peluncur roket perlawanan di Jalur Gaza.

" Kami telah bekerja selama 48 hari yang lalu dengan segala kekuatan dan sangat keras melawan orang-orang Palestina di Jalur Gaza," kata Komandan Senior Israel kepada saluran TV7 Zionis dikutip Dream.co.id dari laman InfoPalestina, Senin 25 Agustus 2014.

Dia mengklaim, berkaitan dengan peluncur-peluncur roket perlawanan di wilayah berpenduduk di Gaza, telah dilarang pada tahun-tahun dan bulan-bulan sebelumnya untuk dijadikan target gempuran.

Namun pemerintah Zionis dan militer telah mencabut larangan ini dengan meningkatnya jumlah roket perlawanan yang jatuh dalam skala besar ke wilayah Zionis.

" Tidak mungkin menghentikan serangan roket dan mortir secara total. Bahkan meskipun militer Zionis melakukan operasi militer darat, maka itupun juga tidak akan ada hasilnya," ujar pejabat militer ini menambahkan.

Dia menegaskan pimpinan Angkatan Udara Zionis telah dikejutkan dengan jumlah roket anti-pesawat yang ditembakkan ke pesawat-pesawat tempur Israel. " Pesawat-pesawat tempur kami terkena serangan lebih dari 10 kali oleh roket-roket anti pesawat yang ditembakkan dari Jalur Gaza" . (Ism) 

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik