Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Video seorang guru mengaji menyiksa anak didiknya telah membuat heboh di Jeddah, Arab Saudi.
Dalam video yang direkam pada April lalu itu, sang guru melampiaskan kemarahannya pada salah satu siswa dengan memukul menggunakan tongkat di sebuah pusat menghafal Alquran. Tidak hanya itu, dia juga menendangnya. Kini klip video itu telah beredar luas di media sosial.
Dari hasil investigasi Masyarakat Penghafal Alquran di Jeddah dan Mekah terungkap jika insiden itu terjadi di sebuah masjid di distrik Al-Tundubawi. Disebutkan pula bahwa guru, siswa dan ayah siswa tersebut berasal dari Burma (sekarang Myanmar).
Al-Sharif Al-Nawwaf Al-Ghalib, Ketua Kesejahteraan Masyarakat Makkah, menyatakan guru mengaji tersebut telah melakukan kejahatan serius dan pukulan terhadap siswa tersebut tidak bisa dibenarkan.
Untuk mengantisipasi hal itu tak terulang lagi, Al-Ghalib mengatakan pihaknya telah mengirim surat edaran ke semua guru mengaji untuk tidak membawa tongkat ke kelas.
Dia mengatakan ada sekitar 4600 pusat menghafal Alquran yang menjadi bagian dari masjid di Makkah. Pusat-pusat menghafal Alquran itu memiliki total sekitar 97.000 siswa laki-laki dan perempuan.
" Jumlah itu tidak termasuk 700 sekolah menghafal Alquran resmi resmi di seluruh Arab Saudi," katanya seperti dikutip saudigazette, Selasa, 16 September 2014.
Dari hasil penyelidikan, Al-Ghalib mengatakan bahwa ayah siswa itu sendiri telah memberi izin kepada guru mengaji untuk mendidik anaknya dengan keras karena anaknya itu tidak disiplin. Dalam kasus ini, guru mengaji telah menunjukkan surat pernyataan dari ayah siswa itu untuk tidak menuntutnya.
Namun Al-Ghalib mengatakan guru mengaji tersebut telah dipecat dan dilarang mengajar di setiap pusat menghafal Alquran lagi.
" Itu mengejutkan bahwa ayah tidak mengambil tindakan hukum terhadap guru mengaji itu."
Ketua divisi pengajar Alquran, Abdulaziz Hanafi mengutuk keras insiden tersebut dan mengatakan memukul siswa saat belajar Alquran dilarang keras.
Dia mengatakan para siswa yang belajar di pusat menghafal Alquran karena kehendak mereka sendiri. Mereka melakukan ini di waktu luang mereka. Oleh karena itu, mereka harus dihargai, bukan dihukum.
Hanafi mengatakan siapa pun menonton video pasti merasa jijik dengan perilaku guru mengaji itu dan bersimpati dengan siswa. Dia percaya masalah ini tidak akan diselesaikan dengan mudah.
Maatouq Al-Sharif, ketua Saudi Society to Care for Children, mengatakan hukuman fisik mencegah siswa dalam mendapatkan keterampilan membaca Alquran dan menyebabkan rendahnya rasa percaya diri.
" Seorang siswa yang dihukum sedemikian rupa tidak akan dapat berkomunikasi secara sosial dengan baik dan akan kehilangan ambisi untuk menjadi sukses," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya