Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mak Yati (Merdeka)
Dream - Ini memang kisah lawas. Sudah terjadi setahun silam. Cerita soal sepasang pemulung yang berjuang mengumpulkan uang untuk membeli kambing sebagai hewan kurban pada Idul Adha. Namun, perjuangan keduanya tak akan pernah usang untuk ditiru oleh Muslim lain.
Pasangan pemulung itu adalah Yati dan Maman. Pendapatan dari memungut sampah di kawasan Jakarta Selatan tentu tidaklah seberapa. Jika hasil keduanya digabung, waktu itu rata-rata hanya mendapat Rp 25 ribu perhari.
Bagi orang lain, mungkin penghasilan itu sangat kurang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Apalagi untuk hidup di Ibukota Jakarta. Dan kala itu, niat Yati dan Maman sempat menjadi bahan tertawaan warga di sekitarnya.
" Pada ketawa, bilang sudah pemulung, sudah tua, nggembel ngapain kurban," kata Yati dikutip Dream dari merdeka.com.
Tapi Yati dan maman tak mengubris komentar warga. Mereka tetap meneruskan niatnya untuk membeli hewan kurban. Akhirnya setelah menabung tiga tahun, mereka bisa membeli dua ekor kambing. Masing-masing berharga Rp 1 juta dan Rp 2 juta.
Dua ekor kambing itu diserahkan ke panitia kurban Masjid Raya Al Ittihad, Tebet Barat, Jakarta Selatan. Kala itu, suasana sangat haru. Bahkan pengurus masjid sempat tidak tega menerima hewan itu. Sebab Mak Yati, begitu dia biasa dipanggil, belum masuk hitungan wajib berkurban.
" Pada bilang apa tidak sayang, mending uangnya untuk yang lain. Tapi saya pikir sekali seumur hidup masa tidak pernah kurban. Malu cuma nunggu daging kurban," tutur Mak Yati.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya