Heboh, Jemaah Umrah Ngamuk Saat Daki Bukit Safa Mekah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 11 Mei 2015 13:02
Heboh, Jemaah Umrah Ngamuk Saat Daki Bukit Safa Mekah
Menggunakan kursi roda untuk manula, pria ini menghancurkan kaca pembatas bukit safa dan mendakinya.

Dream - Ketenangan ibadah umrah di kota Mekah terganggu oleh ulah seorang jemaah yang diduga stress. Menghancurkan kaca pembatas Bukit Safa, pria ini mengaku sebagai Imam Mahdi.

Mengutip laman Arabnews, Senin, 11 Mei 2015, aksi tak terpuji jemaah umrah ini terjadi pada Rabu pekan lalu. Pelaku menggunakan kursi roda untuk menghancurkan kaca pembatas Bukit Safa tersebut.

Aksinya berhasil membuat kaca pembatas hancur berantakan. Namun upaya memecahkan kaca kedua gagal dilakukannya.

Dalam video yang merebak di situs media sosial tersebut, pria yang diduga berkebangsaan Yaman tersebut menerobos kaca pembatas dan mendaki bukit tersebut.

Usai mendaki bukit tersebut, pelaku berteriak dengan menyebutkan dirinya adalah (Imam) Mahdi.

Tak pelak, aksinya pria yang merupakan penduduk Mekah ini membuat kegaduhan di antara jemaah umrah.

Juru bicara polisi setempat mengatakan investigasi awal menduga jika pria ini tengah menderita masalah psikologis. " Penelitian lebih lanjut sedang dilakukan. Terlalu dini untuk memberikan detil penyebabnya," ujar juru bicara tersebut.

Pemerintah Saudi selama ini telah menggelontorkan dana miliaran riyal untuk memperluas dan menjamin keamanan fasilitas Masjidil Haram.

Jemaah juga diimbau untuk menghormati area-areal tertentu.

" Saya sudah melihat video ini di media sosial. Ini mengejutkan dan tindakan ini harus dikutuk," kata Abdulaziz Khalq.

Banyak pihak mengutuk aksi yang dilakukan jemaah umrah ini. Sebagian lagi menyesalkan lemahnya pengawasan dan lambannya penanganan aparat keamanan.

1 dari 2 halaman

Ulama Saudi Larang 'Selfie' Selama Haji dan Umroh

Ulama Saudi Larang 'Selfie' Selama Haji dan Umroh

 

Dream - Ulama terkemuka Arab Saudi menyerukan jamaah haji untuk tidak melakukan selfie. Menurut ulama Saudi, aksi yang sudah menjadi fenomena dunia itu bisa mengganggu kekhusyukan jamaah dalam menunaikan ibadah haji dan umroh.

" Banyak yang melakukan hanya untuk pamer. Dan itu berpontensi menggugurkan ibadah serta mempengaruhi amal yang diterimanya saat datang ke Mekah," kata Ali bin Abdul Aziz Al-Shibal, anggota komite kesadaran haji dan dosen di Majmaah University.

" Mengambil gambar agar orang lain tahu atau menunjukkan bahwa Anda sedang melakukan amal kebaikan bisa mempengaruhi kemurnian niat dan mengaburkan tujuan."

Belum lagi para jamaah lainnya pasti akan muncul dalam foto, melanggar privasi dan hak serta menciptakan masalah keamanan.

Menurut Al-Shibal, Islam melarang muslim meniru tradisi dan budaya non-muslim. " Muslim seharusnya bangga dengan budaya mereka sendiri," katanya.

Al-Shibal menambahkan, beberapa ulama setuju foto dilarang digunakan kecuali untuk tujuan tertentu seperti foto di acara-acara penting, mengambil foto pelaku kriminal, membuat kartu penduduk, mengajar dan untuk media belajar.

" Nabi Muhammad mengatakan orang yang mengambil foto akan berada di antara orang-orang yang disiksa paling pedih di Hari Kiamat. Dalam hadis lain disebutkan, pelukis dan tukang foto akan diminta menyerahkan hidupnya kepada obyek mereka di Hari Kiamat," kata Al-Shibal.

Mencetak foto tidak terlalu bermasalah karena gambarnya bersifat statis. Tapi melukis manusia dan binatang dan karikatur dilarang. Salah satu sahabat Nabi, Abdullah bin Abbas pernah menyuruh seseorang yang bekerja sebagai pelukis agar tidak menggambar makhluk hidup.

Lebih lanjut Al-Shibal mengatakan, akan melakukan kampanye melarang selfie pada musim haji dan umrah. " Kampanye kami ditujukan kepada jamaah yang berpendidikan dan muslim lain agar menjauhi kebiasaan yang tidak Islami."

" Ada undang-undang dan peraturan untuk semua isu-isu kontemporer dalam agama Islam dan itu menunjukkan universalitas Islam dan penerapannya di era apapun."

Al-Shibal juga menyinggung masalah ayat-ayat Alquran yang dipakai sebagai ringtone. Menurutnya, hal itu dilarang dalam Islam.

" Itu tidak menghormati Alquran dan dilarang. Namun muslim diperbolehkan mendengarkan ayat-ayat Alquran yang diputar di gadget mereka."

2 dari 2 halaman

Sebut Ibadah Haji Tak Berguna, Menteri Ini Dipecat

Sebut Ibadah Haji Tak Berguna, Menteri Ini Dipecat

Dream - Pribahasa mulutmu harimaumu sepertinya jadi pelajaran penting buat menteri komunikasi Bangladesh. Akibat melontarkan perkataan yang tidak pantas dan menghasut, Abdul Latif Siddique kini dipecat dari jabatannya.

Bermula saat dia mengeluarkan pernyataan kontroversial yang disiarkan oleh stasiun televisi lokal.

" Saya sampai mati menentang ibadah haji dan Jamaah Tablig. Dua juta orang pergi ke Arab Saudi untuk melakukan Haji," kata Siddique saat mendampingi Perdana Menteri Sheikh Hasina di New York.

Kata dia, haji hanya buang-buang tenaga. Mereka yang melakukan ibadah haji tidak memiliki produktivitas apapun. " Mereka hanya merusak perekonomian dengan menghabiskan banyak uang di luar negeri."

Ucapannya itu mengundang kemarahan di seluruh negerinya sendiri dan berujung pemecatan Siddique dari kursi menteri.

" Keputusan telah diambil untuk memecat dia dari kabinet," kata seorang pejabat senior Bangladesh

Dia menambahkan, keputusan akan efektif setelah Perdana Menteri Hasina kembali ke Bangladesh, di mana ia masih melakukan lawatan ke Amerika Serikat.

(Ism, Sumber: Arab News)

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak