Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Mynewshub.cc)
Dream - Beberapa foto mengerikan berisi gambar jenazah diantar ke pemakaman di Kongo menjadi viral dan membuat heboh media sosial. Penyebabnya, jenazah diantar dengan cara yang tidak biasa, naik ojek motor.
Dalam foto itu, jenazah didudukkan di belakang. Si pengemudi kemudian mengantarkan jenazah tersebut menuju pemakaman.
Menurut portal berita lokal Naij.com, foto itu diunggah oleh pengguna Facebook bernama PK Kasrim. Jenazah tersebut dibungkus kain hijau dan diikat kawat untuk menjaganya agar tidak jatuh.
Menurut Kasrim, pengemudi ojek memilih cara itu untuk mendapatkan uang tambahan. Bahkan mengantar jenazah dengan motor ke pemakaman jadi hal biasa di Kongo. Tetapi, Kasrim tidak menjelaskan alasan keluarga jenazah memilih cara itu.
Beberapa tahun lalu, praktik sama dilaporkan juga dilakukan banyak keluarga miskin di Uganda. Mereka mungkin tidak sanggup membayar sewa ambulans, atau mungkin untuk menghemat biaya pengurusan jenazah.
Praktik ojek jenazah ini memicu perdebatan di kalangan pengguna internet. Kebanyakan netizen menganggap kebiasaan di negara itu merupakan penghinaan terhadap jenazah.
Meskipun demikian ada juga yang mengatakan layanan ojek jenazah memberikan keuntungan yang lebih tinggi. Pengguna Facebook, Tam Jam, bahkan menyebut banyak pemuda di Afrika bekerja sebagai pengemudi ojek jenazah.
" Malah lebih menguntungkan daripada membonceng manusia hidup," katanya.
Portal berita sde.co melaporkan seorang pria Uganda mengaku terpaksa menggunakan ojek jenazah karena tidak ada pilihan lain.
" Jadi kita tidak punya pilihan untuk membawanya ke pemakaman selain mengendarai sepeda motor. Tetapi untuk menghindari masalah, kita melakukannya di malam hari," katanya.
(Beq, Sumber: Mynewshub.cc)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya