Heboh, Tentara Wanita Israel Ingin Jadi Wanita Palestina

Reporter : Puri Yuanita
Senin, 26 Oktober 2015 16:45
Heboh, Tentara Wanita Israel Ingin Jadi Wanita Palestina
Tentara wanita Israel itu menyatakan ingin menjadi wanita Palestina.

Dream - Seorang tentara wanita Israel membuat heboh netizen di dunia maya. Pemicunya, wanita yang tak disebutkan namanya itu menyatakan ingin menjadi wanita Palestina.

Bukan itu saja yang mengejutkan. Yang lebih menghebohkan lagi adalah alasan mengapa Ia ingin menjadi wanita Palestina.

" Saya bermimpi andai saja saya diciptakan sebagai seorang Palestina maka saya akan menjadi kekasih atau istri, atau saudara dari pemuda-pemuda hebat itu. Saat itulah saya benar-benar merasa sebagai seorang wanita di antara para laki-laki. Bukan seperti saat ini. Meskipun saya berada di antara para tentara laki-laki Israel, tapi saya merasa betina di antara para betina. Tidak ada di antara mereka yang benar laki-laki," tulisnya seperti dikutip fanpage Nazareth.

Tidak dijelaskan secara detail siapa nama tentara wanita Israel itu dan kapan ia mengeluarkan pernyataan tersebut. Namun pernyataan yang diunggahnya tak ayal menggegerkan media sosial.

Ada netizen yang langsung mengaitkan pernyataan tentara wanita Israel itu dengan peristiwa agresi militer Israel ke Gaza pada Juli 2014 lalu.

Kala itu, ketika tentara Israel disiapkan untuk melakukan serangan darat melawan pasukan Hamas. Dilaporkan bahwa para tentara Israel tidak berani keluar dari tank dan kendaraan berlapis baja. Sebagai solusinya, mereka memakai semacam celana khusus agar tidak perlu keluar saat buang air.

 

1 dari 2 halaman

`Israel Persulit Nelayan Gaza, Allah Kirim 100 Hiu`

Dream - Hanya dua kilometer dari selatan kota Khan Younis di pantai Jalur Gaza, nelayan Fouad Amoudi melihat gerakan aneh berupa gelombang air laut berwarna putih yang ternyata adalah sekawanan hiu yang tengah lewat.

" Saya segera memanggil beberapa teman dan bergegas untuk menangkap rejeki berharga yang dikirim Allah," kata Amoudi kepada Xinhua dengan senyum lebar di wajahnya dikutip Dream.co.id, Senin 20 April 2015

Menurutnya, bukan pekerjaan mudah untuk menangkap sejumlah besar hiu tersebut.

Amoudi dan lima nelayan lainnya mengambil perahu dan jaring tradisional mereka dan berlayar sejauh dua kilometer ke laut, untuk menangkap hiu sebanyak-banyaknya.

Saking banyaknya, Amoudi dan rekan-rekannya terpaksa memanggil puluhan nelayan lainnya untuk membantu mereka.

Beberapa lama kemudian, Amoudi dan rekan-rekannya berhasil menangkap sampai 100 ekor hiu, yang masing-masing beratnya berkisar antara 50 sampai 100 kilogram.

" Meskipun kami tidak memiliki kapal ikan besar dan kekurangan alat, kami akhirnya berhasil menangkap sejumlah besar hiu," kata Amoudi.

" Israel telah menutup jalur laut, tapi Allah mengirimkan rezeki kepada kami untuk anak-anak kami."

Israel memberlakukan blokade baik di udara dan darat di Jalur Gaza setelah Hamas menguasai Jalur Gaza yang miskin sejak tahun 2007. Tentara Israel mengobarkan perang sebanyak tiga kali di wilayah tersebut pada tahun 2009, 2012 dan 2014.

Sebelum Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di daerah Jalur Gaza pada musim panas tahun lalu, warga diperbolehkan menangkap ikan di laut dengan luas enam mil. Namun saat perang berlangsung, luas tangkapan semakin dikurangi menjadi hanya tiga mil.

Setelah gencatan senjata yang ditengahi Mesir dicapai pada tahun 2014, Israel mengembalikan daerah penangkapan ikan menjadi enam mil lagi.

" Meski sudah gencatan senjata dan membiarkan kami melaut seluas enam mil seperti sebelumnya, angkatan laut Israel tidak pernah berhenti mengejar kapal kami. Mereka menembaki kami hingga banyak nelayan yang tewas atau terluka. Kadang-kadang mereka juga menangkap dan merusak kapal kami," keluh Amoudi.

Tidak hanya Amoudi, tetapi juga 3.000 nelayan di sepanjang garis pantai Jalur Gaza berharap Israel menghentikan serangan terhadap nelayan dan memperluas daerah penangkapan sampai 20 mil seperti dulu sebelum pecahnya Intifada kedua pada akhir September 2000.

" Kami berharap pendudukan Israel ini akan berakhir suatu hari dan semua nelayan bisa melaut dengan wilayah yang lebih luas dan juga bisa menyelam," kata Mahmoud, seorang nelayan teman Amoudi.

Dia menambahkan ratusan hiu yang berhasil dia tangkap bersama rekan-rekan yang lain bisa memenuhi kebutuhan makan ratusan keluarga.

Penangkapan ratusan ikan hiu tersebut menghebohkan Jalur Gaza. Nizar Ayyash, Ketua Serikat Nelayan Jalur Gaza mengatakan, fenomena ratusan ikan hiu berada di perairan pantai Jalur Gaza adalah peristiwa alami biasa.

" Ini adalah kondisi yang normal. Setiap tahun, mulai akhir Maret hingga awal April, hiu dan banyak ikan lainnya datang untuk kawin dekat pantai, dan kemudian saat musim berakhir mereka akan menghilang dari pantai Gaza," kata Ayyash. (Ism) 

2 dari 2 halaman

Keberanian Ibu Selamatkan Anak yang Disiksa Tentara Israel

Dream - Negara Zionis Israel kembali menunjukkan perlakuan yang tidak manusiawi terhadap warga pendudukan Palestina.

Sebuah video yang beredar luas di Facebook memperlihatkan seorang tentara Israel bersenjata yang tengah mencoba menangkap seorang bocah Palestina berusia 12 tahun di Tepi Barat pada akhir pekan lalu.

Dalam video tersebut, tentara Israel memiting kepala sang bocah, sementara ibu dari sang anak menarik baju dan menampar wajah prajurit itu. Ia berusaha membebaskan anak laki-laki tersebut.

Sementara kakak perempuan bocah itu yang diduga berusia 15 tahun terlihat menggigit tangan kanan tentara Israel itu. Beberapa perempuan kemudian berteriak, " Dia masih anak-anak. Lengannya patah."

Perkelahian antara tentara dan warga Tepi Barat terjadi dalam sebuah protes mingguan yang diselenggarakan para aktivis Palestina terkait pembangunan permukiman di desa Nabi Saleh pada Jumat kemarin.

Mendapat perlawanan dari warga desa, tentara Israel itu melepaskan bocah tersebut. Sambil berjalan pergi, dengan jengkelnya dia menembakkan granat asap ke kerumunan warga.

Rekaman video, yang diedit dari versi yang lebih panjang, itu diambil oleh ayah bocah itu sendiri, aktivis Bilal Tamimi. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang Israel terkait peristiwa itu.

(Sumber: Emirates24/7)

Beri Komentar