Innalillahi, Heldy Djafar Istri ke-9 Presiden Soekarno Meninggal Dunia

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 12 Oktober 2021 10:04
Innalillahi, Heldy Djafar Istri ke-9 Presiden Soekarno Meninggal Dunia
Heldy meninggal saat dalam perawatan di RSCM.

Dream - Salah satu istri Presiden Pertama Indonesia, Soekarno, Heldy Djafar, meninggal dunia. Sejumlah kabar menyebutkan wanita terakhir yang dinikahi Soekarno itu mengembuskan napas terakhir pada Senin 11 Oktober 2021.

Seperti kabar yang disampaikan oleh Roy Suryo. Politisi Partai Demokrat itu mengunggah ucapan duka di akun Twitternya, @KRMTRoySuryo2.

" Innalillahi wa innailaihi rojiun... Telah wafat Istri ke-9 Bung Karno hari ini, Heldy Djafatr (Lahir 11 Juni 1947) dalam usia 74th. Mungkin tdk banyak yg tahu bahwa Proklamator / Presiden RI pertama kita tsb memiliki 9 Istri yg syah. Belum lagi yg " terlupakan" Sejarah. JAS MERAH," tulis Roy.

 

1 dari 4 halaman

Kanker Stadium 4 dan Gagal Ginjal

Heldy meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dia sedang berjuang melawan kanker stadium 4, ditambah gagal ginjal.

Dari sejumlah catatan, Heldy dinikahi Soekarno pada 1966. Saat itu, Heldy baru berusia 18 tahun.

Sayangnya, pernikahan itu hanya berumur 2 tahun. Penyebabnya, komunikasi antara Heldy dan Soekarno tidak berjalan baik lantaran sang suami kala itu menjadi tahanan rumah di Wisma Yasoo, dikutip dari Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Oma Koesno, Istri Ajudan Bung Karno Jalani Masa Senja dengan Tulang Retak

Dream - Wanita sepuh itu hanya bisa tergolek di atas dipan. Dia tak bisa duduk sempurna, hanya mampu bersandar di dinding.

Pemilik nama Elisabeth itu mengalami retak tulang punggung akibat pernah terjatuh. Kondisi itu membuatnya tidak sanggup duduk apalagi berdiri.

Elisabeth, yang lebih dikenal dengan panggilan Oma Koesno, merupakan istri dari Raden Koesno. Sedangkan Raden Koesno sendiri adalah ajudan Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

Oma Koesno yang kini berusia 92 tahun saat ini tinggal di rumah kecilnya di Kota Depok, Jawa Barat. Karena kondisinya, Oma Koesno dirawat oleh sang cucu, Rolan, beserta keluarganya.

Rolan bercerita, sang kakek pernah ikut gerilya bersama Jenderal Soedirman dan terlibat banyak pertempuran. Salah satu pertempuran tersebut yaitu Palagan Ambarawa.

Setelah Kemerdekaan Indonesia diakui Belanda, Raden Koesno bergabung dengan Pasukan Pengawal Pribadi Bung Karno pada 1958 hingga Sang Presiden wafat. Sedangkan Raden Koesno sendiri tutup usia akhir 1998.

 

3 dari 4 halaman

Situasi Sulit

Oma Koesno sendiri hanya bisa terbaring mulai pertengahan 2020. Pada Mei 2020, Oma Koesno sempat dirawat di RSPAD.

Tetapi pada November 2020, perawatan dihentikan karena dokter yang memantau Oma Koesno terkena Covid-19. Oma Koesno kemudian disarankan untuk menjalani pengobatan di rumah.

Sayangnya, situasi semakin sulit semenjak Rolan diberhentikan dari tempat kerja akibat Covid-19. Alhasil, Rolan kesulitan membiayai pengobatan Oma Koesno dan kebutuhannya sehari-hari.

Ditambah lagi, masa kontrak rumah yang ditempati Oma Koesno bersama Rolan sudah habis. Mereka terpaksa mencari kontrakan baru.

Kondisi Oma Koesno segera direspon oleh Tim Jabar Quick Response dan Baznas Provinsi Jawa Barat. Atas amanat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tim tersebut telah menyalurkan donasi untuk meringankan beban Oma Koesno dan keluarga.

4 dari 4 halaman
Beri Komentar