Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lorraine Burnett (Daily Mail)
Dream - Lorraine Burnett (37) mengungkap bagaimana ia harus kehilangan kakinya setelah mengalami infeksi pada tumit akibat terus-menerus memakai high heels. Perempuan asal Dunfermline, Skotlandia, membeli high heels setinggi 12 cm untuk Natal pada 2008.
Setelah menghabiskan sepanjang malam mengenakan sepatu yang sebenarnya tidak nyaman itu, tumit Burnett mengalami lecet. Lukanya sangat parah hingga menjadi infeksi.
Meski melakukan pengobatan dengan antibiotik, infeksi pada tumit kakinya tidak bisa sembuh. Dua tahun kemudian, dokter menyampaikan kabar mengejutkan bahwa tungkai bawahnya perlu diamputasi.
Kini dua tahun setelah kakinya diamputasi, Lorraine mengisahkan pengalamannya untuk pertama kali. Dia ingin Natal tahun ini mendapatkan kaki baru untuk menggantikan kaki palsu yang selama ini disediakan oleh NHS.
" Saya berdansa berjam-jam, tanpa mempedulikan tumit yang sakit. Hari berikutnya, tumit sebelah kiri mengalami luka lecet parah. Sebagai perawat, saya harusnya tahu yang harus
dilakukan," ujar Burnett.
© Dream
Pada Desember 2008, seminggu setelah luka lecet pertama muncul di tumit kirinya, ibu satu anak ini mengunjungi dokter karena lukanya begitu menyakitkan. Ia nyaris tidak bisa berjalan. Minum antibiotik yang diresepkan dan membersihkan luka di tumit kiri menjadi rutinitas baru untuk mencegah infeksi.
Tragisnya, luka lecet tidak sembuh dan dia tidak bisa berjalan dengan baik. Dia bahkan harus berhenti dari tempat kerja. Burnett dirujuk ke Rumah Sakit Ninewells, di Dundee, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
" Luka tersebut terus mengalami infeksi berulang-ulang sehingga dokter mengatakan mereka akan membersihkan luka, dengan menghilangkan kulit yang terkontaminasi," katanya.
© Dream
Setelah pembersihan dilakukan, Burnett menghadapi keputusan yang sangat sulit - bertahan dengan infeksi berulang selama sisa hidupnya atau kakinya diamputasi. Dokter memberi rekomendasi amputasi.
Pada November 2010, dia menjalani operasi selama lima jam di Rumah Sakit Ninewells untuk memotong kaki kiri bagian bawahnya.
" Hati saya hancur mengetahui bahwa high heels sepanjang 5 inci itu telah merenggut kaki saya," katanya penuh sesal.
(Sah/Sumber: Daily Mail)
Baca Juga: Bayar Utang Dulu Sebelum Pamer di Media Sosial Miss Grand International Kangen Lulur Jawa Tanda Pasanganmu Layak Dipertahankan Laudya Chintya Bella Segera Ikuti Jejak Zaskia Sungkar? Rangkai Kembali Kepingan Hati karena Hidup Harus Dijalani Keuntungan Memaafkan Si Dia yang Bikin Kesalahan Pasangan Bahagia Tak Umbar Kemesraan di Medsos
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya