Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Salah satu ilmuwan paling terkenal Amerika Serikat telah memperingatkan Hillary Clinton kemungkinan telah diracuni Donald Trump, pesaingnya di pemilihan Presiden AS. Yang mengejutkan, ahli ilmu penyakit juga menyebut nama Presiden Rusia Vladimir Putin.
Cuitan Bennet Omalu, ahli patologi terkenal itu pun langsung menggemparkan publik AS dan Rusia di lini masa, Twitter.
Penemu penyakit Trauma Ensefalopati Kronis (CTE) yang menyerang otak itu menyarankan tim kampanye Hillary untuk waspada.
"Aku harus menyampaikan kepada tim kampanye Hillary untuk melakukan analisis toksikologi darah. Ada kemungkinan dia diracuni," tulisnya di akun @bennetomalu9168.
Kemudian, dalam cuitan kedua, dia menambahkan, "Aku tidak percaya dengan Putin dan Trump. Bagi keduanya, segala sesuatu mungkin saja bisa terjadi."
Kesehatan Hillary menjadi sorotan akhir pekan ini. Ini lantaran dia harus meninggalkan upacara peringatan 9/11 di Ground Zero sebelum acara tersebut selesai lantaran mendadak sakit.
Sebuah video menunjukkan Hillary terjatuh. Dia berusaha untuk berdiri sendiri ketika pengawalnya mencoba untuk membantunya.
Dokternya kemudian mengumumkan Hillary menderita pneumonia, tetapi sekarang telah pulih.
Kedekatan Trump dengan Putin di masa lalu terlihat ketika dia mengungkapkan kekaguman terhadap Presiden Rusia itu. Tidak itu saja, hubungannya dengan Kremlin telah bocor ke publik setelah manajer kampanyenya, Paul Manafort, pernah bekerja untuk Rusia.
Meski tudingan Omalu yang melibatkan Putin ini terdengar mengada-ada, namun Presiden Rusia itu selalu dikaitkan dengan usaha pembunuhan menggunakan racun.
Paling mencolok, sebuah penyelidikan mengaitkan Putin dalam kematian Alexander Litvinenko, seorang mantan agen KGB yang meninggal di London pada Januari 2006.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran