Proyektor di Ruang Sidang Jessica Terbakar

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 14 September 2016 11:06
Proyektor di Ruang Sidang Jessica Terbakar
Api yang membakar proyektor di ruang sidang hampir mengenai Jaksa Ardito.

Dream - Sebuah insiden mewarnai sidang kasus kopi bersianida yang digelar siang ini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Proyektor di ruang persidangan terbakar.

Proyektor yang berada di dekat Jaksa Ardito tersebut tiba-tiba mengeluarkan asap. Kepanikan pun terjadi. 

" Cepat padamkan, bahaya kalau kena Pak Ardito," kata salah satu Pengacara Jessica, Hidayat Bostam, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 14 Agustus 2016.

Menyadari proyektor di dekatnya terbakar, Ardito terkejut. Seketika dia meminta petugas untuk segera mencabut kabel proyektor dari sumber listrik.

" Tolong segera dicabut kabelnya, bahaya ini," ucap Ardito.

Insiden ini menghambat persidangan dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso ini. Semula, dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB, namun hingga pukul 10.10 WIB persidangan tak kunjung dimulai.

1 dari 4 halaman

Saat Detik-detik Krusial, Bos KIA Mobil Lihat Jessica Sedang..

Dream – Direktur Pemasaran PT KIA Mobil Indonesia, Hartanto Sukmono, mengaku sempat melihat terdakwa kasus kopi sianida, Jessica Kumala Wongso, sebelum Wayan Mirna Salihin datang di Kafe Olivier. Menurut Hartanto, Jessica sedang menelepon seseorang.

“ Ya saya lihat dia berdiri di samping saya, sekitar pukul 16.20 WIB,” kata Hartanto saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 7 September 2016.

“ Saya menoleh ke arah dia (Jessica) karena merasa terganggu, soalnya kan kami lagi rapat di situ, kemudian ada suara orang telepon,” lanjut dia.

Waktu-waktu ini merupakan saat yang dianggap krusial dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Sebab, saat itulah Jessica diduga menguasai es kopi Vietnam yang diminum Mirna sebelum tewas.

Detik-detik itu terekam dalam kamera CCTV. Namun, pada detik-detik yang dianggap krusial rekaman terhalang oleh 3 papper bag yang ditaruh Jessica di atas meja. Inilah yang menjadi pertanyaan, apa kegiatan yang dilakukan oleh Jessica di balik tas tersebut. Sebab memang tak terlihat jelas di dalam rekaman CCTV tersebut.

Hartanto, dalam sidang ini, menyebut Jessica menelepon. Meski demikian, dia mengaku hanya melihat sekilas saja, tak memperhatikan secara detil kegiatan Jessica setelah selesai menelpon.

“ Saya cuma nengok, oh ada yang telepon. Itu saja. Mungkin saya salah. Kalau dari CCTV kan begitu. Karena saya tidak memperhatikan,” ucap Hartanto.

Mendengar keterangan Hartanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta CCTV yang pernah diputar di persidangan kembali diperlihatkan. Jaksa ingin memastikan kebenaran keterangan Hartanto.

Setelah ditayangkan, keterangan Hartanto yang menyebut pada pukul 16.20 WIB Jessica menelepon seseorang ternyata tidak terlihat pada rekaman CCTV etrsebut.

Jaksa pun mengingatkan Hartanto jangan sampai membuat kesaksian yang tidak sesuai karena bisa dinyatakan melanggar hukum.

“ Yakin tidak? Kalau sampai salah bisa kena hukum pidana,” ucap salah satu Jaksa.

Setelah mendapat peringatan dari Jaksa, Hartanto pun mengaku tidak tahu persis pada jam berapa Jessica menelpon. “ Waktunya saya tidak tahu persis,” ucap Hartanto.

Melihat Hartanto dicecar oleh Jaksa, ketua tim penasihat hukum Jessica, Otto Hasibuan, menduga ada beberapa rekaman yang sengaja dihilangkan.

“ Masalahnya di sini, apakah Anda tidak melihat atau CCTV ini tidak menampilkan itu,” ujar Otto.

2 dari 4 halaman

Saksi Ahli Jessica Cium Bau Mulut Jasad Mirna, Ternyata...

Dream - Ahli patologi forensik Universitas Indonesia, Djaja Surya Atmaja, membeberkan fakta baru kematian Wayan Mirna Salihin. Dokter yang bertugas menyuntikkan formalin ke jasad Mirna ini mengaku, tak melihat ciri-ciri dampak sianida.

“ Waktu saya lihat kulitnya biasa warna biru, jarinya juga biru. Saat dia saya formalin, Mirna kebiruan karena kekurangan oksigen,” kata Djaja saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 7 September 2016.

Menurut Djaja, seseorang yang tewas akibat sianida akan menunjukkan ciri mencolok. Yang dapat langsung dilihat, kata dia, warna kulit akan berubah menjadi merah terang.

“ Warna merahnya sedikit, dan saya tidak lihat, bagian tubuh yang tidak saya lihat bagian bahu,” ujar dia.

Dia menambahkan, cara sederhana untuk mendeteksi ketika seseorang terkena racun sianida bisa dilakukan dengan menekan bagian dada dan ulu hati, lalu menghirup aroma yang keluar dari mulut.

Apabila tercium bau kacang almond busuk, maka dapat dipastikan kematian karena keracunan sianida. Sementara bila beraroma bawang, maka korban tewas akibat racun arsenik.

“ Saya sudah coba, tidak ada aroma bawang maupun kacang almond busuk,” ucap Djaja. Dari pemeriksaan itu, Djaja berkesimpulan Mirna tewas akibat faktor lain dan bukan karena sianida.

3 dari 4 halaman

Begini Watak Jessica Dilihat dari Bentuk Wajah & Hidung

Dream - Kriminolog UI Ronny Nitibaskara menilai watak terdakwa Jessica Kumala Wongso dapat diketahui dari bentuk wajah. Menurut dia, Jessica memiliki bentuk wajah asimetris.

Bentuk wajah yang merupakan perpaduan kedua orangtua membuat Jessica memiliki sifat yang bisa berubah-ubah.

" Jadi, karena ada warisan dari orangtua, watak itu bisa berubah, bisa seperti ibu, kadang seperti bapak," kata Ronny dalam persidangan di PN Jakarta Pusat, Kamis, 1 September 2016.

Selain bentuk wajah, Ronny juga menganalisis bentuk dagu Jessica yang lancip. Bentuk dagu seperti itu biasanya menunjukkan orang yang memiliki sifat keras kepala serta tidak mau mendapat tekanan tinggi dari lingkungan sekitarnya.

" Keras kepala, tidak suka ditekan, dan ketika memiliki rasa marah, dia lebih suka memendam sehingga menimbulkan sifat pendendam," ucap dia.

 

Pada hidung, kata Ronny, Jessica memiliki sifat yang cenderung hemat dalam mengurus keuangan. Jessica juga memiliki rasa penalaran yang cukul tinggi akan sesuatu.

Dikatakan Ronny, orang yang memiliki tipe hidung seperti Jessica biasanya tidak suka ikut campur dengan urusan orang lain.

Sementara dilihat dari jarak mata, ketika melakukan pekerjaan, Jessica akan mengerjakannya satu demi satu. Tetapi dia memiliki sifat yang kurang toleran terhadap lingkungan sekitarnya.

Dilihat dari keseluruhan wajah, kata Ronny, Jessica memiliki sifat yang kurang percaya diri. Dia menyiasati ketidakpercayaan dirinya itu dengan pengembangan pengetahuan.

4 dari 4 halaman

Saat Memeluk Jessica, Mirna Terlihat...

Dream - Ahli kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), TB Ronny Rahman Nitibaskara, mengatakan, Wayan Mirna Salihin merasa tidak nyaman bertemu Jessica Kumala Wongso. Ini terlihat dari gerak tubuh Mirna saat bertatap muka dengan Jessica.

" Mirna terlihat tidak nyaman, perilaku non-verbal menunjukkan penolakan," ujar Ronny dalam persidangan kasus kopi bersianida di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 1 September 2016.

Menurut dia, perilaku non-verbal Mirna terlihat memberikan jarak kepada Jessica. Salah satunya dengan tidak erat memeluk Jessica.

Gerak tubuh yang berbeda justru ditunjukkan oleh Hani. Ketika bertemu Jessica, Hanie berlari-lari kecil dan langsung memeluk erat (rapat) tubuh perempuan yang kini menjadi terdakwa kasus kematian Mirna ini.

Sementara itu, Ronny mengatakan dia juga menangkap adanya ketidakserasian tanda verbal dengan non-verbal. Selain itu, Jessica juga kerap melakukan blocking pembicaraan.

Gerak tubuh ini dia tangkap saat mewawancarai Jessica. " Sering melakukan blocking dan saat wawancara dia sering pindah-pindah duduknya, ditemukan juga antara ketidakserasian verbal dan non-verbal," kata Ronny.

Selanjutnya dia menyampaikan hasil analisisnya tentang gestur Jessica. Ronny mengamati gerak-gerik Jessica berdasar pada rekaman CCTV.

Pada pukul 16:22 WIB saat kejadian, Jessica duduk paling ujung. Kemudian setelah mengambil sesuatu dari tasnya Jessica mengibaskan rambutnya, lalu memperbaiki posisi duduknya beberapa kali.

" Mengibaskan rambut adalah sinyal menenangkan diri sendiri ketika dalam kondisi tegang, kondisi tersebut maka ia akan menyentuh bagian tubuh dirinya," ucap dia.

Kemudian, Ronny menjelaskan ketika Hanny dan Mirna pertama kali datang di Kafe Olivier, terlihat ada gestur yang berbeda antara kedua.

Beri Komentar