Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak-anak Percaya Pada Tuhan Meski Mereka Tidak Mendapat Ajaran Agama (blogs.ft.com)
Dream - Justin Barrett, seorang peneliti senior di Centre for Anthropology and Mind di Universitas Oxford mengklaim bahwa di usia muda, manusia cenderung memiliki keyakinan adanya Sang Pencipta. Mereka juga yakin bahwa segala sesuatu yang diciptakan ada tujuannya.
Barrett menambahkan, anak-anak memiliki iman bahkan ketika mereka belum diajarkan tentang hal itu oleh keluarga atau di sekolah.
" Bukti ilmiah selama 10 tahun terakhir atau lebih telah menunjukkan bahwa anak-anak lebih banyak mengembangkan pikirannya sendiri dari yang pernah kita ajarkan," kata dia kepada program BBC Radio 4, Today, Kamis 26 Juni 2014.
Mereka cenderung melihat dunia alam dirancang sesuai dengan fungsinya masing-masing dan ada makhluk cerdas berada di belakangnya. Barrett bahkan berani memastikan mereka tetap akan percaya Tuhan meskipun berada dan besar di sebuah pulau terpencil.
Disebutkan ada bukti bahwa di usia empat tahun, anak-anak memahami bahwa meskipun ada beberapa benda dibuat oleh manusia, dunia dan alam seisinya berbeda.
Dengan demikian, tambah Barrett, anak-anak lebih cenderung percaya pada penciptaan daripada evolusi, terlepas dari mereka sudah diajari sebelumnya.
Bahkan menurut Barrett, ahli antropolog yakin dalam beberapa budaya, anak-anak percaya pada Tuhan meski mereka tidak mendapat ajaran agama.
" Selama berkembang, anak-anak meyakini penciptaan ilahi dan desain yang cerdas. Sebaliknya, evolusi terlihat tidak alami bagi pikiran manusia, relatif sulit dipercaya," kata dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya