Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (The Sydney Morning Herald)
Dream - Iilmuwan Australia menjadi orang pertama yang menangkap gelombang radio misterius. Sumber gelombang itu tak diketahui dan jaraknya miliaran tahun cahaya. Yang lebih aneh, gelombang itu ditangkap secara real time.
Peneliti itu adalah Emily Petroff. Mahasiswa program PhD di Swinburne University ini menangkap semburan gelombang radio yang berlangsung sekitar satu milidetik, melalui teleskop Parkes di New South Wales.
Semburan pertama ditemukan secara kebetulan pada tahun 2007 oleh astronom saat menyisir arsip data Parkes. Sejak itu, teleskop Parkes menangkap enam semburan lagi dan semburan ketujuh ditangkap oleh teleskop Arecibo di Puerto Rico.
" Semburan ini biasanya ditemukan setiap minggu, bulan, atau bahkan lebih dari satu dekade sekali setelah mereka terjadi," kata Petroff sebagaimana dikutip dari laman The Sydney Morning Herald.
" Dan kami yang pertama menangkapnya secara real time."
Tak banyak yang terungkap dari gelombang radio tersebut. Tetapi sinyal terbaru menunjukkan bahwa apapun yang menyebabkannya, semburan tersebut sampai 5,5 miliar tahun cahaya jauhnya. Para astronom di seluruh dunia sekarang berusaha untuk menjelaskan fenomena misterius tersebut.
Semburan gelombang radio itu juga terdeteksi oleh teleskop di seluruh dunia, di Australia, California, Kepulauan Canary, Chili, Jerman, Hawaii, dan India. Menurut Petroff, mengidentifikasi asal-usul semburan gelombang itu hanya masalah waktu.
" Kami telah membuat perangkap. Sekarang kita hanya perlu menunggu semburan lainnya jatuh ke dalamnya." (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya