10 Ribu Jemaah Hadiri Sholat Jumat Pertama Usai Teror Selandia Baru

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 22 Maret 2019 11:36
10 Ribu Jemaah Hadiri Sholat Jumat Pertama Usai Teror Selandia Baru
Ucapkan terima kasih ke warga dan Perdana Menteri Selandia Baru.

Dream - Imam Masjid Al Noor Selandia baru memimpin sholat Jumat pertama usai serangan teroris pekan lalu. Sholat Jumat digelar di Hagley Park, yang berjarak 100 meter, dari lokasi teror.

Sebanyak 10 ribu orang menghadiri sholat Jumat itu. Kedatangan mereka untuk memberikan solidaritas ke 50 korban penembakan di dua masjid di Christcruch.

Imam Gamal Fouda, yang selamat dari serangan teror, Masjid Al Noor, mengucapkan doa atas peristiwa itu.

" Jumat lalu, saya berdiri di masjid ini. Melihat kebencian dan amarah dari seorang teroris, yang membunuh 50 orang tak bersalah, melukai 42 orang dan menghancurkan hati jutaan orang di seluruh dunia. Hari ini, di tempat yang sama, saya melihat cinta dan kasih sayang," kata Fouda, dikutip dari Arab News, Jumat, 22 Maret 2019.

Fouda mengatakan, serangan teroris itu berusaha memecah belah Selandia Baru. " Tetapi, Selandia Baru tidak bisa dipatahkan," kata dia.

Fouda memperingatkan kemunculan `ideologi white power yang menjadi ancaman bagi umat manusia`.

" Islamofobia telah membunuh dan itu nyata. Kampanye ini menargetkan untuk mempengaruhi orang agar tidak manusiawi dan takut terhadap orang Islam," kata dia.

Fouda berterima kasih kepada publik, polisi, dan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.

" Terima kasih atas air matamu. Terima kasih atas haka. Terima kasih atas bunga yang kau berikan. Terima kasih atas cinta dan kasih sayangmu. Kepada perdana menteri kami, terima kasih. Terima kasih atas kepemimpinanmu. Itu pelajaran penting bagi pemimpin dunia. Terima kasih menghormati kami dengan kerudung sederhanamu," ujar Fouda. (ism)

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya