21 Maret, Indonesia Akan Alami Hari Tanpa Bayangan

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 15 Maret 2018 17:01
21 Maret, Indonesia Akan Alami Hari Tanpa Bayangan
Fenomena ini hanya terjadi dua kali dalam setahun.

Dream - Indonesia akan mengalami hari tanpa bayangan pada 21 Maret 2018. Kondisi ini terjadi karena matahari akan berada tepat di atas ekuator atau khatulistiwa.

Dibagikan dari Instagram resmi Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), pada tanggal itu seseorang yang berada di wilayah khatulistiwa akan mendapati matahari berada di atas kepalanya.

" Hal ini mengakibatkan tidak adanya bayangan. Istilahnya yaitu hari nir bayangan atau hari tanpa bayangan," tulis Lapan, diakses Dream, Kamis, 15 Maret 2018.

Peristiwa alam itu akan bermula pada 20 Maret 2018 pukul 23.15 WIB. Pada saat itu matahari akan tepat berada di atas equator.

Peristiwa ini dikenal sebagai vernal equinox (musim yang sama dengan malam) karena pada hari itu, durasi siang dan malam di seluruh dunia akan sama, yakni 12 jam.

Di daerah equator, misalnya di Kota Pontianak, matahari akan berada di atas kepala saat tengah hari vernal equinox sehinga sebuah tugu tegak akan tampak tanpa bayangan.

 

 

1 dari 2 halaman

Terjadi di Beberapa Kota di Indonesia

Pada 21 Maret 2018, matahari akan mencapai titik puncak pada pukul 11.50 WIB.

" Setelahnya, matahari akan turun perlahan hingga terbenam di titik barat sekitar enam jam kemudian. Fenomena yang sama akan terjadi saat autumnal equinox, pada 23 September 2018.

Hari tanpa bayangan tidak hanya terjadi di Pontianak atau kota-kota yang dilewati garis ekuator. Peristiwa ini juga terjadi di kota-kota lain yang berada di antara 23,4 Lintang Selatan dan 23,4 Lintang Utara.

Di beberapa kota besar di Indonesia, peristiwa ini dapat terjadi secara berbeda-beda. Sebagai contoh, hari tanpa bayangan terjadi di Kota Denpasar pada 26 Februari dan 16 Oktober.

Rencananya, pada hari tanpa bayangan 21 Maret 2018, Lapan akan menggelar Festival Hari Nir Bayangan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Festival tersebut akan berlangsung hingga 23 Maret 2018.

Lapan akan menyajikan pertunjukan planetarium mini, pameran, dan ceramah edukasi.

2 dari 2 halaman

Penjelasan ilmiah

Dalam astronomi, peristiwa semacam ini terjadi karena Bumi berrevolusi mengitari matahari. Garis edar Bumi berbentuk agak lonjong, sehingga bumi terkadang bergerak lebih cepat dan lebih lambat.

Bidang edar Bumi disebut juga sebagai bidang ekliptika. Bidang ini miring sebesar 23,4 derajat terhadap bidang equator Bumi.

 

Ekuator Bumi akan Alami Hari Tanpa Bayangan Matahari akan berada tepat di atas ekuator (khatulistiwa) pada 21 Maret 2018. Hal ini menjadi fenomena yang menarik bagi Indonesia yang terletak di garis ekuator. Kejadian seperti ini berlangsung dua kali dalam setahun. Peristiwa berikutnya terjadi pada 23 September 2018. Dengan demikian, saat tengah hari, apabila seseorang berada di wilayah khatulistiwa, maka Matahari akan berada hampir tepat di atas kepala. Hal ini mengakibatkan tidak adanya bayangan. Istilahnya yaitu hari nir bayangan atau hari tanpa bayangan. Peristiwa ini terjadi karena Bumi beredar mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis edar Bumi berbentuk agak lonjong sehingga Bumi kadang bergerak lebih cepat dan kadang bergerak lebih lambat. Bidang edar Bumi disebut sebagai bidang ekliptika. Bidang ini miring sebesar 23,4 derajat terhadap bidang equator Bumi. Karenanya, Matahari tampak berada di atas belahan Bumi utara selama sekitar setengah tahun dan berada di atas belahan Bumi selatan setengah tahun sisanya. Perubahan posisi tampak Matahari menyebabkan perubahan musim di Bumi, misalnya empat musim di daerah subtropis dan juga musim kering-basah di wilayah Indonesia. Pada 20 Maret 2018 pukul 23.15 WIB, Matahari akan tepat berada di atas equator. Peristiwa ini dikenal sebagai vernal equinox (vernus = musim semi, equus = sama, noct = malam) karena pada hari itu, durasi siang dan malam di seluruh dunia akan sama, yakni 12 jam. Di daerah equator, misalnya di Kota Pontianak, Matahari akan berada di atas kepala saat tengah hari vernal equinox sehinga sebuah tugu tegak akan tampak tanpa bayangan. Pada 21 Maret 2018, Matahari akan mencapai titik puncak/kulminasi pada pukul 11.50 WIB. Setelahnya, Matahari akan turun perlahan hingga terbenam di titik barat sekitar enam jam kemudian. Fenomena yang sama akan terjadi saat autumnal equinox (autumn = musim gugur), pada 23 September 2018. . *lanjutan di kolom komentar* . #HariTanpaBayangan #HariNirBayangan #KulminasiMatahari #Equator #Khatulistiwa #Pontianak #KalimantanBarat #Kalimantan #Borneo #AyoKePontianak #Indonesia

A post shared by LAPAN (@lapan_ri) on

" Karenanya, matahari tampak berada di atas belahan Bumi utara selama sekitar setengah tahun dan berada di atas belahan Bumi selatan setengah tahun sisanya."

Perubahan posisi tampak matahari menyebabkan perubahan musim di Bumi, misalnya empat musim di daerah subtropis dan juga musim kering-basah di wilayah Indonesia.

 

Beri Komentar