Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Tingkat kedermawanan masyarakat Indonesia dikenal sangat tinggi. Orang Indonesia tidak lelah berbagi untuk meringankan beban sesama.
Kecenderungan itu menjadikan Indonesia kembali dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia versi World Giving Index 2021. Dalam indeks yang dirilis Senin, 14 Juni 2021, Indonesia duduk di peringkat pertama dengan skor 69 persen.
Skor ini mengalami kenaikan dibandingkan 2018 di mana Indonesia juga dinobatkan sebagai negara paling dermawan. Kala itu, Indonesia meraih skor 59 persen.
World Giving Index disusun dan diterbitkan Charities Aid Foundation. Penyusunan indeks menggunakan data yang dikumpulkan oleh Gallup memasukkan lebih dari 140 negara di dunia berdasarkan tingkat kedermawanan.
Pada indeks tahun ini, Indonesia menempati 2 peringkat teratas dari 3 kategori yang ditetapkan WGI, yakni menyumbang pada orang asing/tidak dikenal, menyumbang uang, dan kegiatan kerelawanan/volunteer.
Hasil survei CAF menunjukkan 8 dari 10 orang Indonesia menyumbangkan uang pada tahun ini, sementara tingkat kerelawanan di Indonesia tiga kali lipat lebih besar dari rata-rata dunia.
Direktur Filantropi Indonesia, Hamid Abidin, mengatakan pandemi dan krisis ekonomi tidak menjadi momen yang menghalangi masyarakat Indonesia untuk berbagi. Masyarakat justru semakin banyak membantu sesama meski dengan bentuk sumbangan yang berbeda dan jumlah lebih kecil.
" Masyarakat yang terkena dampak tetap berdonasi uang meski nilai sumbangan lebih kecil atau berdonasi dalam bentuk lain, seperti barang dan tenaga (relawan)," ujar Hamid.
Indikasi ini terlihat pada jumlah donasi yang dikumpulkan beberapa lembaga sosial dan filantropi tetap naik. Meski begitu, peningkatannya tidak setinggi saat kondisi normal.
Menurut Hamid, prestasi Indonesia didukung sejumlah faktor. Seperti ajaran agama dalam berderma dan menolong sesama memiliki pengaruh sangat kuat di masyarakat.
Temuan World Giving Index menyebutkan donasi berbasis keagamaan seperti zakat, infak, dan sedekah menjadi penggerak utama kegiatan filantropi di Indonesia.
Faktor kedua yaitu kondisi ekonomi yang relatif lebih baik di tengah pandemi dibandingkan negara-negara lain. Kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia dinilai lebih baik sehingga tidak berdampak buruk pada kondisi ekonomi.
Faktor selanjutnya, pegiat filantropi di Indonesia relatif berhasil mendorong transformasi kegiatan filantropi dari konvensional ke digital. Berbagai kendala penggalangan donasi di masa pandemi karena adanya pembatasan interaksi dan mobilitas warga berhasil diatasi sehingga tidak terlalu berpengaruh pada kegiatan filantropi.
Sedangkan faktor terakhir, meningkatnya peran dan keterlibatan kalangan muda dan key opinion leader/ influencer dalam kegiatan filantropi. Di tangan mereka, filantropi bisa dikemas dan dikomunikasikan dengan popular ke semua kalangan, khususnya anak muda.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam