Ingin Berhaji, Dua Orang Ini Bersepeda ke Mekah Saat Ramadan

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 26 Mei 2019 15:00
Ingin Berhaji, Dua Orang Ini Bersepeda ke Mekah Saat Ramadan
Sepeda sempat hilang.

Dream - Aksi luar biasa dilakukan dua Muslim asal India, Muhammed Saleem dan Rizwan Ahmad Khan. Mengejar waktu haji pada 25 Juli, dua sahabat ini mulai bersepeda dari negaranya menuju Mekah, Arab Saudi.

Saat ini, Rizwan dan Saleem telah mencapai Uni Emirate Arab (UEA). Sudah selama enam bulan, Rizwan dan Saleem bersepeda.

Dikutip dari India Times, Minggu 26 Mei 2019, tantangan jarak kini semakin bertambah. Rizwan dan Saleem harus bersepeda di bawah terik panas matahari saat Ramadan.

Tantangan semakin bertambah ketika sepeda milik Saleem sempat menghilang.

" Hilang di atas kapal feri dari Bandar Abbas ke UEA. Aku sedikit frustrasi karena waktu itu hari pertama puasa dan cuacanya sangat panas," kata Saleem.

Dari perhitungan, Salem dan Rizwan telah menempuh sekitar 1.300 kilometer dari India. Awalnya, dua petualang ini ingin menempuh rute perjalanan, India, Pakistan, Iran, Iraq, Kuwait, dan Arab Saudi.

1 dari 2 halaman

Dua Pria Kebumen Berhaji Naik Sepeda Onthel

Dream - Melengkapi rukun Islam kelima yaitu berhaji kerap menjadi mimpi banyak warga Indonesia. Demi mewujudkan mimpi itu, dua warga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Khudori dan Nuruddin, memutuskan pergi ke Tanah Suci menggunakan sepeda onthel.

Untuk melengkapi dokumen imigrasi, Khudori dan Nuruddin mengayuh sepeda ke Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap yang jaraknya lebih dari 50 kilometer.

Sejak jauh hari, dua pria Kebumen ini telah mengurus paspor dan visa di Kantor Imigrasi Cilacap.

" Sudah, Pak. Yang bersangkutan sudah mengurus dokumen perjalanan Republik Indonesia di Imigrasi Cilacap Desember 2017," kata Kepala Sub-Seksi Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Cilacap, Ade Septiany, diakses Dream dari Liputan6, Jumat, 4 Mei 2018.

Dalam dokumen yang diberikan, tercatat mereka akan melakukan ibadah haji. Selain itu tercantum pula keterangan mengenai persinggahan mereka di negara-negara lain.

Tapi, tak disebut negara-negara yang akan menjadi persinggahan Khudori dan Nuruddin.

Mendengar kabar itu, Kepala Seksi Haji Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen Darsun angkat bicara. Darsun mengaku tak mengetahui rencana keberangkatan Khudori dan Nuruddin ke Arab Suci.

Sementara itu Seksi Perencanaan Kemenag Kebumen Tauhid Alamsyah pun tak mengetahui kapan pastinya kedua orang itu berangkat.

" Iya, itu kalau di dokumen Kemenag tidak ada, Mas. Pribadi itu ya. Kemarin kita juga tidak tahu, kita juga mencocokkan nama itu juga tidak ada," kata Alamsyah.

Simak kisah selengkapnya Khudori dan Nuruddin di tautan ini.

(Sah)

2 dari 2 halaman

Ayah Bersepeda 350 Km Cilacap-Ponorogo Demi Wisuda Sang Putri

Dream - Seorang pria asal Cilacap, Jawa Tengah, rela menempuh perjalanan jauh ke Ponorogo, Jawa Timur. Bukan dengan motor maupun mobil atau angkutan umum melainkan dengan sepeda.

Muhammad Juni mengayuh sepedanya untuk bisa menghadiri wisuda putri tercintanya, Nur Anisa, di Universitas Gontor Darussalam. Dia ingin usahanya bisa datang ke Ponorogo menjadi motivasi bagi sang anak untuk tidak mudah menyerah.

" Saya sengaja mengayuh sepeda tiga hari tiga malam biar anak saya tidak putus asa dalam menggapai cita-cita," ujar Juni, dikutip dari jatimnow.com, Jumat 27 Juli 2018.

Jarak Cilacap dan Ponorogo mencapai 360 kilometer. Pria berusia 54 tahun itu mengaku perjalanannya tidak mudah.

Ada banyak kendala yang dia alami selama bersepeda. Beberapa di antaranya seperti ban pecah dan tiupan angin kencang.

" Ban pecah itu berkali-kali. Juga angin lagi kencang-kencangnya," kata Juni.

Melihat perjuangan sang ayah demi bisa melihatnya memakai toga, Nur merasa bangga. Dia merasa sang sudah melakukan yang terbaik untuknya.

" Padahal saya belum bisa memberikan apa-apa," kata Nur.

Nur merasa semakin bersemangat untuk menjadi pribadi lebih baik lagi. Dia berniat mengabdikan ilmu yang didapat dari perguruan tinggi di lingkungan pesantren modern itu kepada masyarakat.

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan