Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream – Supranatural kerap menjadi topik perdebatan. Ilmuwan dan peneliti berlomba-lomba mencari jawaban pertanyaan: apakah jin benar-benar ada?
Dikutip dari World of Buzz, Kamis 126 Juli 2018, peneliti dari University Malaysia Kelantan (UMK) meriset kehadiran jin di dalam tubuh manusia. Studi ini dilakukan sejak dua tahun lalu. Tujuh periset dari UMK sengaja membeli mesin pendeteksi aura manusia. Harganya 15 ribu ringgit atau sekitar Rp53 juta.
Pemimpin peneliti, Yohan Kurniawan, mengatakan, mesin ini bisa mendeteksi medan listrik dalam tubuh ketika sedang mendengarkan lantunan Alquran. Alat ini juga bisa membuktikan secara ilmiah tentang keberadaan jin yang ada di dalam tubuh manusia dengan mengukur perubahan di medan listrik.
“ Tubuh manusia memiliki tujuh poin energi dari kepala sampai kaki. Setiap aura memiliki energi yang berbeda,” kata dia.
Cara kerjanya, peserta akan duduk terlebih dahulu dan diukur kadar listriknya. Lalu, dia diperdengarkan lantunan Alquran. Kalau ada aura merah muncul konsisten ketika mendengarkan alunan itu, ada kemungkinan dia dirasuki oleh jin.
Yohan mengatakan, ada tiga titik energi yang berkaitan dengan kehadiran jin, yaitu kepala, leher, dan dada. Kalau salah satu dari ketiga titik ini muncul sebagai tanda merah, itu bisa berarti ada jin.
“ Tapi, aura merah tak selalu menunjukkan ada kehadiran jin. Tingkat energi listrik di tubuh terus berubah, terutama ketika seseorang lelah, stres, atau sedih,” kata dia.
Menurut Yohan, tingkat akurasi alat pendeteksi aura ini 80-90 persen dan penelitian bisa berlangsung selama dua tahun lagi karena pengukuran aura partisipan. Kajian ini juga telah mendapatkan dana dari Pusat Penelitian Kementerian Pendidikan.
“ Kami berharap penelitian ini bisa membantu dan berkontribusi pada perawatan medis alternatif untuk pasien yang menderita penyakit misterius. Banyak orang percaya mereka sakit karena jin, padahal tidak,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam