Ingin Jual Akik 'Soekarno' ke Raja Saudi, Pria Ini Ditangkap

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 12 Maret 2017 13:29
Ingin Jual Akik 'Soekarno' ke Raja Saudi, Pria Ini Ditangkap
Para penjual akik itu datang dari Bandung dan Pekalongan.

‎Dream - ‎Petugas keamanan kembali menangkap orang-orang yang hendak menemui Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud. Kali ini, petugas keamanan menangkap dua orang pria yang hendak bertemu Raja Salman. Mereka diamankan di depan Hotel St Regis.

Dua pria yang ditangkap petugas yaitu Herry Gunawijaya dan Sangga Rustandi asal Cidadap, Pekalongan dan Paledang, Bandung. Keduanya datang ke Bali menumpang pesawat Citilink pada Kamis lalu. Ia kemudian menginap di Hotel Bed Rock di Jalan Wana Segara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali, AKBP Hengky Widjaja menjelaskan, dari hasil pemeriksaan keduanya nekat datang ke Hotel St Regis hendak menjual batu akik bergambar wajah Presiden RI Soekarno.

" Ya, katanya mau menjual batu akik bergambar wajah Bung Karno kepada Raja Salman," jelas Hengky, Sabtu 11 Maret 2017.

Alih-alih bertemu Raja Salman, mereka justru digelandang ke Polsek Kuta Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sebelumnya, keduanya nampak berada di kompleks peribadatan Puja Mandala, Nusa Dua pada Jumat lalu.

Mereka hadir untuk menemui Romo Venus. Kepada Romo yang fasih berbahasa Arab itu keduanya memberikan baju patik Pekalongan.

(Laporan Berry Putra, Bali)

1 dari 2 halaman

Mau Beri Kado ke Raja Saudi, Perempuan Ini Ditangkap Gegana

Dream - Perempuan bernama Dewi Palapa Eka diamankan satuan Gegana Brimobda Polda Bali. Gara-garanya, perempuan kelahiran Tanjung Balai, 14 Agustus 1976, itu nekat ingin masuk ke Hotel St Regis Nusa Dua, Bali, untuk memberikan kado kepada Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al-Saud.

" Peristiwanya terjadi pukul 12.30 WITA di depan Hotel St Regis," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja, Senin 6 Maret 2017.

Saat ini, yang beralamat di Jalan MT Haryono, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Sumatera Utara, itu sedang menjalani pemeriksaan intensif. Barang bukti berupa kotak hadiah masih diamankan oleh tim Gegana Polda Bali. Polisi juga memeriksa barang bawaan Dewi. Salah satunya berupa laptop.

" Hasil pemeriksaan fisik dan interogasi di lapangan diduga yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. Namun, perlu pembuktian medis terhadap hal tersebut," kata Hengky.

Saat ini, Tim Inafis telah mengambil sidik jari, melakukan pengambilan gambar fisik, dan pengisian formulir ciri-ciri perempuan tersebut.

(Laporan, Berry Putra, Bali)

2 dari 2 halaman

Wanita Ini Dapat Segepok Uang dari Rombongan Raja Saudi

Dream - Wanita bernama Ana mendapat segepok uang dari salah satu anggota rombongan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud yang melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Agung Ibnu Batutah, Nusa Dua, Bali. Dia menerima uang setelah memberikan bingkisan berisi kain batik.

Ana menyerahkan bingkisan itu kepada salah seorang anggota rombongan Kerajaan Saudi yang baru saja melaksanakan Sholat Jumat di masjid yang terletak di Pusat Peribadatan Puja Mandala.

Seorang pria berperawakan tinggi besar yang menerima bingkisan dari Ana lalu menyerahkan segepok uang.

Menurut Ana, bingkisan itu berisi tiga lembar kain batik dan tiga buah kaos. " Ada tiga batik dari Pekalongan dan tiga kaos t-shirt Puja Mandala produksi saya sendiri," kata Ana, Jumat 10 Maret 2017.

Ana mengaku mendapatkan informasi bahwa seorang pangeran Saudi akan menjalankan Sholat Jumat di masjid tersebut. Karena informasi itu, dia memutuskan datang ke Puja Mandala untuk melihat sosok pangeran tersebut.

" Katanya pangeran mau Sholat Jumat di sini, ya sudah, saya ke sini. Saya juga tadi sempat kasih kartu nama ke Beliau. Orangnya tadi yang naik mobil Alphard hitam," tutur Ana.

Dia sebenarnya tidak berniat memberikan bingkisan. Tetapi, ada salah satu rekannya yang menyarankan agar dia memberikan bingkisan itu. " Tadi ada yang menyarankan (diserahkan saja)," kata dia.

Ana mengaku sangat senang mendapat gepokan uang itu. Tetapi, dia enggan menyebut berapa jumlahnya. " Jangan, ah, malu saya. Yang pasti rupiah. Rahasia kalau nominalnya," tutur Ana.

(Laporan: Berry Putra, Bali)

Beri Komentar