Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tsunami Palu (Merdeka.com)
Dream - Gempa bumi berskala 7,4 skala Richter yang melanda Palu, Sulawesi Tengah, menyebabkan gelombang tsunami setinggi satu hingga tiga meter. Menurut para ahli, ada sejumlah faktor yang menyebabkan gempa itu diikuti oleh tsunami tinggi.
“ Ada dua penyebab,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Sabtu 29 September 2018.
Faktor pertama, kata Sutopo, tsunami yang tinggi itu disebabkan adanya longsoran sidemen atau endapan setinggi 200 hingga 300 meter di dasar laut. Menurut dia, banyak sungai yang bermuara di Teluk Palu yang membawa endapan. Sementara, endapan itu belum terkonsolidasi dengan baik.
“ Ketika gempa runtuh, longsor, dan mengakibatkan tsunami,” ujar Sutopo.
Dia menambahkan, dalam video yang beredar terlihat bahwa pada awal terjadi tsunami, airnya jernih. Namun, beberapa saat kemudian gelombang air laut terlihat keruh. “ Menurut ahli dipicu longsoran dasar laut di Teluk Palu.”
Faktor ke dua, tsunami itu memang dipicu oleh gempa yang melanda Palu. Namun dampaknya tidak sebesar tsunami yang dipicu oleh longsoran endapan bawah laut tersebut. Kini, BNPB sudah mengirim tim untuk menghitung tinggi tsunami.
“ Tsunami bukan hanya diangkitkan gempa tapi ada juga akibat longsor dasar laut,” tutur Sutopo.
Detik-detik gempa bumi yang melanda Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat 28 September 2018 terekam kamera pengawas di sebuah masjid. Rekaman itu diunggah ke media sosial.
Salah satu akun Instagram yang mengunggah video itu adalah @warung_jurnalis. Pada video itu terlihat para jemaah tengah melakukan sholat maghrib.
" Rekaman video CCTV di salah satu Masjid di daerah Palu, Sulteng saat detik -detik terjadinya gempa yang mengguncang Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) sore kemarin sekitar pkl 17.54 Wita," tulis akun @warung_jurnalis.
Saat awal gempa, para jemaah terlihat tak menghiraukannya. Namun, lama-lama gempa itu terlihat dirasakan kuat. Para jemaah yang berdiri menjadi bergoyang.
Karena guncangan semakin keras, sejumlah jemaah berusaha keluar dari shaf. Mereka beringsut meninggalkan barisan dan keluar masjid. Namun, ada beberapa yang bertahan dalam sholat.
Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter mengguncang Palu. Sejumlah bangunan roboh. Gempa itu juga disusul oleh gelombang tsunami. Belum diketahui jumlah korban akibat bencana itu.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya