Total Santunan Crane Jatuh Saudi Rp85 Miliar, Ini Rinciannya

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 4 September 2019 12:01
Total Santunan Crane Jatuh Saudi Rp85 Miliar, Ini Rinciannya
KBRI Riyadh akan berkoordinasi dengan Kemenlu dan Kemenag.

Dream - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh telah mendapat santunan bagi korban musibah crane di Masjidil Haram, Mekah, yang terjadi pada 2015.

KBRI Riyadh mengatakan, santunan itu bernilai US$6,13 juta, setara Rp85,1 miliar. Santunan diserahkan Penasihat Hukum Deputi Konsuler Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Mohammad Alshammeri.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, santunan ini menjawab pertanyaan keluarga korban crane setiap pekan.

" Sejak kami mulai bertugas di KBRI Maret 2016 akan selalu prioritaskan untuk menyelesaikan kasus crane, dengan melakukan upaya komunikasi dengan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi” ujar Agus, dilaporkan dilaporkan Liputan6.com, Selasa, 3 September 2019.

Agus Maftuh memastikan, KBRI Riyadh telah melapor ke Kementerian Luar Negeri RI untuk selanjutnya berkoordinasi dengan Kementerian Agama.

Koordinasi untuk finalisasi administratif terkait penyampaian dana santunan kepada para korban luka berat dan cacat permanen serta para ahli waris korban meninggal dunia.

1 dari 5 halaman

Rincian Santunan

Cek santunan untuk keluarga korban crane terdiri dari 35 lembar dan dengan dua macam nominal.

Pertama, nominal sebesar US$133.333, setara Rp1,8 miliar. Nominal ini diberikan untuk para korban luka berat. 

Kedua, nominal sebesar US$266.666,66, atau setara Rp3,7 miliar untuk korban meninggal dan korban cacat permanen.

Satu cek sisa untuk korban berat, kata Agus, masih perlu pencocokan data paspor.

Sementara itu, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengapresiasi komitmen Kerajaan Saudi Arabia.

" Ini bentuk pertanggungjawaban dan kepedulian yang amat patut diapresiasi," kata Lukman.

2 dari 5 halaman

Apresiasi Kemenag

Lukman mengatakan, rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Saudi Arabia terhadap ahli waris dan keluarga para korban jatuhnya crane.

" Kementerian Agama siap membantu Kementerian Luar Negeri untuk mempercepat finalisasi administratif, terkait penyampaian dana santunan kepada para korban luka berat dan cacat permanen serta para ahli waris korban meninggal dunia," ujar dia.

Jatuhnya alat berat crane di Masjidil Haram terjadi pada Jumat, 11 September 2015. Sebanyak, 107 jemaah asal Indonesia, wafat, dan 238 jemaah luka akibat peristiwa tersebut.

3 dari 5 halaman

Dubes Indonesia: Dokumen Korban Crane Jatuh Morat-marit

Dream - Keluarga korban jatuhnya crane di Masjidil Haram belum juga mendapatkan kepastian terkait dana santunan dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz. Padahal, musibah itu sudah terjadi pada 2015, tiga tahun lalu.

Duta Besar Indonesia untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan proses pendataan ahli waris sudah selesai. Tetapi, dia mengaku dokumen keluarga korban sempat berantakan.

" Prosesnya sudah selesai. Memang waktu saya masuk jadi dubes di sana kondisi dokumen di sana masih morat-marit (berantakan). Yang kita masuk masuk langsung kita cek ahli warisnya siapa, kita hubungi," ujar Agus, dikutip dari Liputan6.com.

Raja Salman pernah menjanjikan dana santunan sebesar 1 juta riyal, setara Rp3,5 miliar untuk jemaah haji yang meninggal akibat kejatuhan crane. Sementara bagi jemaah haji yang luka-luka bakal mendapat 500 ribu riyal, setara Rp1,9 miliar.

4 dari 5 halaman

Banyak Negara Belum Lengkapi Dokumen

Agus menjelaskan dana santunan itu belum juga cair lantaran otoritas Saudi masih menunggu kelengkapan dokumen dari negara lain. Dia menyatakan dokumen korban dari Indonesia sudah lengkap.

" Ada beberapa negara yang masih belum komplit sehingga kita masih menjadi korban ketidakkomplitan negara lain karena enggak bisa kita Indonesia diparsialkan, karena itu satu sistem," ucap Agus.

Selanjutnya, Agus mengatakan santunan itu tidak tepat disebut kompensasi. Menurut dia, lebih tepat disebut dengan hadiah dari raja.

" Hadiah raja untuk korban. Jadi kompensasi itu ketika ganti rugi, itu tidak ada yang dirugikan. Lagipula pengadilan Saudi bilang kalau jatuhnya crane itu bukan kesalahannya Bin Laden. So enggak ada kompensasi," ucap Agus.

Insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram terjadi pada September 2015. Sebanyak 108 jemaah haji tewas dan 238 luka-luka.

Sedangkan jemaah haji Indonesia yang meninggal dalam insiden tersebut sebanyak 65 orang. Korban luka dari Indonesia sebanyak 150 jemaah haji.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Sania Mashabi)

5 dari 5 halaman

Santunan Crane Belum Juga Dibayar, Ini Kata Dubes Saudi

Dream - Santunan kepada korban jatuhnya crane di Masjidil Haram hingga saat ini belum juga dibayarkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Padahal, tragedi itu sudah berlangsung tiga tahun lalu.

Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi tidak bisa memberikan keterangan terkait hal itu.

Menurut dia, persoalan penyaluran santunan itu telah dilimpahkan ke Kedutaan Besar Indonesia untuk Saudi.

" (Saya) tidak punya otoritas (menjawab), karena sudah dilimpahkan ke Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi. Untuk menggali lebih dalamnya ke Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi," ujar Osama seperti diterjemahkan oleh Ahmad Suryana di Rumah Dinas Dubes Arab Saudi, Jakarta, Selasa 22 Mei 2018.

Jemaah Korban Tragedi Mekah Dapat `Layanan Istimewa`© MEN

Tragedi jatuhnya crane itu menyebabkan 107 jemaah haji seluruh dunia meninggal dunia dan 283 jemaah haji lainnya luka-luka. Sebagian korban baik meninggal maupun luka berasal dari Indonesia.

Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud pernah memberikan pernyataan terkait insiden ini. Kala itu, Raja Salman berjanji memberikan santunan sebesar 1 juta riyal, setara Rp3,5 miliar, kepada korban meninggal dan 500 ribu riyal, setara Rp1,7 miliar kepada korban luka. (ism) 

Beri Komentar