Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan anak, Anwar alias Rizal, yang berhasil kabur dengan menyamar sebagai wanita membeberkan aksi pelariannya selama ini. Upaya menghilangkan jejak tak berhasil karena polisi berhasil meringkusnya kembali.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisari Besar Polisi Awi Setiyono mengungkapkan selama kabur tujuh hari dari Rutan Salemba, Anwar pergi ke Tanah Abang, Garut, Bandung, Curug Banten, dan Bogor.
" Pada hari Kamis tanggal 7 Juli 2016 pukul 14.00 WIB, Ade Irma (istri pelaku) datang membawa gamis, lipstik, jilbab, dan kacamata yang disimpan dalam gamis," kata Awi di Mapolda Metro Jaya akhir pekan lalu.
Awi menjelaskan setelah Anwar berhasil keluar dari pintu Rutan Salemba dibantu istrinya, dia langsung menuju ke pangkalan bajaj yang berada di depan Rutan. Anwar berpesan kepada supir bajaj agar diantarkan ke Kebon Kacang, Tanah Abang.
" Sesampainya di Kebon Kacang, Tanah Abang, Ade Irma membayar ongkos bajaj sebesar Rp50.000. Kemudian Anwar pun melepas baju gamis, jilbab, kacamata yang ia kenakan untuk menyamar," ucap Awi.
Kemudian Anwar dan Istrinya berpisah. Istrinya pulang ke rumah kontrakan di daerah Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Sedangkan Anwar pergi berjalan kaki ke rumah saudaranya, H, di daerah Kebon Kacang.
Sesampai di rumah H, Anwar meminjam switer, topi dan diberi uang sejumah Rp50.000 oleh adik-adik H bernama R dan J. Kemudian Anwar menuju ke terminal Grogol untuk pergi ke Bandung.
" Sesampainya di terminal Grogol Anwar terlebih dahulu menjual gamis dan celana panjang yang ia kenakan untuk kabur ke orang yang lewat di terminal seharga Rp50.000," kata Awi.
Anwar pergi menggunakan bus Prima Jasa jurusan Jakarta-Bandung dan tiba di Bandung, Jawa Barat tanggal 8 Juli 2016 pukul 05.00 WIB. Dia lantas mencari truk tumpangan dan pergi ke Pamempek, Garut, Jawa Barat. Tiba di sana, Anwar beristirahat di daerah pesisir laut selama dua hari.
Setelah itu, Anwar pergi ke daerah Ciresek Bogor dan menginap di rumah saudaranya, W. Tanggal 13 Juli 2016, Anwar pergi ke daerah Curug, Tangerang, Banten.
Dia melanjutkan perjalanan ke rumah orangtuanya di daerah Barengkok, Kabupaten Bogor dengan menumpang truk. Di sana, Anwar beristirahat di rumah kakaknya, tidak jauh dari rumah orangtuanya.
Pada Kamis, 14 Juli 2016 sekitar jam 14.00 WIB, sejumlah polisi berpakaian preman mendatangi persembunyian Anwar. Mereka kemudian menangkap kembali Anwar.
© Dream
Dream - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Endang Sudirman mengaku kecolongan pada saat Anwar kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat.
Menurut Endang, penjagaan di Rutan Salemba saat Anwar kabur memang kurang ketat. Ini karena bertepatan dengan libur Lebaran dan pemeriksaan difokuskan kepada tahanan laki-laki.
" Asa sedikit perbedaan perlakuan pemeriksaan baik pada saat masuk ataupun keluar Rutan. Kita fokus pada laki-laki," ucap Endang di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 15 Juli 2016.
Endang mengatakan penjagaan dijalankan dengan pandangan semua warga binaan merupakan laki-laki. Menurut dia, halitu justru menjadi kelemahan.
" Karena memang kita berfikir semua warga binaan yang ada di Rutan ini adalah laki-laki. Ternyata ini ada peluang dan dimanfaatkan oleh Anwar sehingga tidak terpantau oleh mata kasar kita," kata dia.
Endang menjelaskan pada saat Ade masuk melalui pintu resmi Rutan, memang dilakukan pemeriksaan. Tas yang dibawa Ade sempat dibuka dan hanya berisi baju.
" Pada saat itu dibuka (tasnya), dinyatakan isinya baju dan kami tidak curiga karena memang baju tidak termasuk barang terlarang," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya